bogorplus.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor memastikan siswa dari keluarga kategori Desil 1 atau kemiskinan ekstrem menjadi prioritas utama dalam seleksi jalur afirmasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. 

Namun, peluang masuk sekolah negeri melalui jalur ini tetap mempertimbangkan wilayah domisili calon murid.

Kepala Disdik Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan jalur afirmasi hanya diperuntukkan bagi calon murid yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 hingga Desil 5 serta berstatus warga Kota Bogor.

“Pertama Desil 1 dulu yang diprioritaskan. Desil 1 itu desil kemiskinan ekstrem. Baru nanti desil-desil yang lainnya. Tapi tetap Desil 5 ke bawah,” ujar Herry saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, seluruh siswa yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5 berhak mengikuti seleksi jalur afirmasi. 

Namun, dalam proses seleksi, pemerintah akan mengutamakan siswa dari kelompok kemiskinan ekstrem agar memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri.

Berdasarkan data sementara, jumlah calon murid dari kelompok Desil 1 hingga Desil 5 di Kota Bogor mencapai sekitar 6.000 anak. 

Sementara itu, kuota jalur afirmasi di SMP negeri hanya sekitar 20 persen atau setara dengan 1.400 kursi dari total daya tampung yang tersedia.

Kondisi tersebut membuat tidak seluruh siswa dari keluarga kurang mampu dapat tertampung melalui jalur afirmasi di sekolah negeri.