bogorplus.id -Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur jalan yang paling menyita perhatian publik.

Pemerintah Kabupaten Bogor justru menapaki langkah sunyi namun strategis, memperkuat ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.

Dalam satu tahun kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi (Jaro Ade), pembangunan tak hanya berbicara soal beton dan aspal, tetapi juga soal gabah, lumbung, dan kemandirian pangan.

Rudy menegaskan, ketahanan pangan menjadi prioritas yang berjalan seiring dengan pembangunan lainnya.

Ia mempersiapkan wilayah Cariu dan Jonggol sebagai lumbung utama pangan Kabupaten Bogor, sekaligus memperkuat sarana produksi petani agar proses pascapanen tidak lagi bergantung pada daerah lain.

“Sehingga para petani yang ada di Cariu, Jonggol, tadi perlu keluar ke Karawang untuk mengupas, memproses gabahnya menjadi padi,” ujarnya, Kamis (19/2).

Ia menjelaskan, selama ini gabah hasil panen petani Bogor harus dikirim ke Karawang untuk diproses, lalu kembali lagi ke Bogor untuk dipasarkan. Proses itu membuat harga beras naik rata-rata Rp500 per kilogram.

“Nah panennya di Bogor, prosesnya di Bogor, langsung didistribusikan kepada masyarakat dan para pedagang,” sambungnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Bogor menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari alat pengupas gabah hingga alat pengering atau bed dryer.