BOGORPLUS.ID - Pagi hari di Kota Kembang pada Senin, 22 Juni 2026, disambut dengan kondisi atmosfer yang cukup pekat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama AccuWeather mengumumkan bahwa udara Bandung didominasi oleh fenomena kabut asap yang menyertai suhu udara yang terasa dingin sejak dini hari.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi warga, terutama karena suhu udara dilaporkan mencapai titik terendah 19 derajat Celsius pada rentang waktu antara pukul 12.00 AM hingga 01.00 AM WIB. Selain suhu rendah, kelembapan udara di wilayah Bandung Raya juga tercatat sangat tinggi, mencapai angka 91 persen pada jam-jam tersebut.
Masyarakat Kota Kembang diminta untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat kelembapan udara yang tinggi ini, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap perubahan cuaca dan kualitas udara. Data menunjukkan bahwa elemen cuaca di Bandung mengalami perubahan yang cukup dinamis menjelang pergantian hari.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada dini hari mengonfirmasi bahwa udara terasa lebih pekat dari biasanya. Hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan adanya penurunan signifikan pada jarak pandang akibat kabut asap yang menyelimuti area tersebut.
Dikutip dari data BMKG dan AccuWeather, pada pukul 12.00 AM, cuaca terpantau cerah dengan suhu 19 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 91 persen. Angin bertiup tenang dari arah Timur Laut dengan kecepatan hanya 4 kilometer per jam, sementara jarak pandang masih terbilang normal sejauh 10 kilometer.
Namun, hanya dalam satu jam, kondisi berubah drastis pada pukul 01.00 AM, di mana terjadi pergeseran menjadi smoky haze atau kabut asap. Suhu udara tetap stabil di 19 derajat Celsius, namun kelembapan turun sedikit menjadi 90 persen.
Fenomena kabut asap ini berdampak langsung pada jarak pandang yang terpangkas secara drastis. Dikutip dari data tersebut, jarak pandang visual (visibilitas) anjlok hingga hanya tersisa 5,3 kilometer pada pukul 01.00 AM.
Penurunan jarak pandang yang signifikan ini menjadi sorotan utama karena berpotensi meningkatkan risiko keselamatan dalam berkendara. Para pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur perbukitan maupun jalan protokol di Bandung selama kondisi ini berlangsung.
Selain masalah jarak pandang, tingkat kelembapan yang konsisten di atas 90 persen juga memicu kekhawatiran mengenai potensi pengaruhnya terhadap kondisi pernapasan jika kondisi ini berlanjut dalam jangka waktu yang panjang.






.png)