bogorplus.id – Istilah “white coffee” memiliki berbagai makna yang bervariasi tergantung pada wilayahnya. Di negara-negara berbahasa Inggris, misalnya, istilah ini merujuk pada kopi hitam yang diberi tambahan susu, krim, atau produk turunan seperti sirup jagung, kedelai, dan kacang yang dicampur dalam suhu ruangan. Beberapa istilah lain yang sering digunakan untuk jenis kopi ini antara lain coffee light, light coffee, coffee with milk, atau regular coffee.
Sebagai sebuah jenis minuman, white coffee sebenarnya merujuk pada kopi yang dibuat dari biji kopi yang disangrai dengan tingkat pemanggangan (roasting) yang rendah dan menggunakan suhu yang lebih rendah dari standar biasanya. Inilah yang menyebabkan biji kopi tersebut memiliki warna yang tidak terlalu gelap.
Proses selanjutnya setelah sangrai kopi khusus ini adalah pencampuran dengan rempah khas Yaman yang disebut “hawaij,” kemudian diseduh menjadi kopi tersebut. Jenis kopi ini memiliki akar tradisi yang kuno di masyarakat Yaman, bahkan telah ada sejak 5000 tahun yang lalu.
Sementara di Malaysia, proses pembuatan white coffee memiliki sentuhan unik. Biji kopi digiling dan kemudian dicampur dengan minyak kelapa sawit, margarin, atau bahkan minyak zaitun. Setelah tahap ini, kopi disajikan dengan air panas dan tambahan susu kental manis. Ini menciptakan cita rasa khas yang berbeda dan memberikan pengalaman unik bagi para penikmat kopi di sana.
Apa Perbedaan White Coffee dengan Black Coffee
Ketika membandingkan jenis kopi ini dengan kopi hitam, tampak beberapa perbedaan yang mencolok, seperti proses roasting, kadar kafein, dan profil rasa yang unik. Meskipun keduanya berasal dari biji kopi yang sama, white coffee pada dasarnya di-roasting pada suhu lebih rendah, yang menyebabkan kandungan kafeinnya tetap tinggi, bahkan hingga 50% lebih banyak daripada kopi hitam yang di-roasting secara tradisional. Di samping itu, white coffee juga mengandung sejumlah antioksidan yang bermanfaat, karena di-roasting pada suhu yang lebih lembut.
Perbedaan paling menonjol antara kopi ini dengan kopi hitam biasa adalah dalam hal cita rasa. White coffee menawarkan sentuhan rasa yang lebih mirip dengan teh manis dan memiliki nuansa pedas, berbeda dengan karakteristik rasa kopi hitam yang kuat yang biasa kita kenal. Selain itu, biji kopi untuk white coffee memiliki tekstur yang lebih keras dan padat dibandingkan biji kopi yang di-roasting secara konvensional. Karena itu, proses penggilingan menjadi lebih sulit, dan biasanya white coffee dijual dalam bentuk bubuk.
White coffee memiliki tempat unik dalam dunia kopi, dan kenaikan popularitasnya bisa dimengerti seiring dengan fakta bahwa white coffee menawarkan kombinasi yang unik. Lebih banyak kafein, antioksidan yang lebih banyak untuk kesehatan, dan semangat yang tak tertahankan. Penting untuk dicatat bahwa cara penyeduhan white coffee sedikit berbeda dengan kopi hitam tradisional di mesin kopi rumahan, dan hasil akhirnya tampak lebih bening dan berbeda dari apa yang biasanya kita nikmati.