bogorplus.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor meminta masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air guna mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem pada musim kemarau tahun ini.

Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menyatakan bahwa langkah antisipasi kekeringan tidak hanya terbatas pada distribusi air bersih bagi wilayah yang terdampak.

Sejak awal tahun, BPBD telah melaksanakan berbagai upaya pencegahan.

"Sebenarnya kami sudah memberikan peringatan sejak Februari, salah satunya dengan bersurat agar toren-toren yang sudah dibangun bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dipersiapkan dan diisi saat masih musim hujan," ujar Ade kepada wartawan di Bogor, Senin (22/6/2026).

Ade menjelaskan, saat ini terdapat 189 unit tandon air (toren) yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Fasilitas penampungan air tersebut dinilai sangat krusial dalam membantu masyarakat menghadapi potensi berkurangnya pasokan air bersih saat musim kemarau panjang.

"Jadi kami sudah melakukan sosialisasi terkait potensi bencana kekeringan. Toren-toren yang kami siagakan juga kelihatannya bermanfaat dan masih bisa menahan kebutuhan air bersih masyarakat," ungkapnya.

Menurut Ade, peran serta masyarakat sangat penting dalam menghadapi musim kemarau. Penggunaan air secara bijak dan tidak berlebihan dinilai sebagai langkah paling sederhana yang dapat diterapkan oleh seluruh warga.