Usai Disebut Penduduk Termiskin, Kabupaten Bogor Klaim Angka Kemiskinan Turun jadi 6,25 Persen
- account_circle Sandi
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025
- comment 0 komentar

Usai Disebut Penduduk Termiskin, Kabupaten Bogor Klaim Angka Kemiskinan Turun jadi 6,25 Persen. Foto : Diskominfo
bogorplus.id- Pasca disebut sebagai daerah dengan penduduk termiskin, Pemkab Bogor mengklaim angka kemiskinan di wilayahnya turun siginifikan.
Persentase penduduk miskin tercatat turun menjadi 6,25 persen, lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan Provinsi Jawa Barat (7,46 persen) maupun nasional (9,63 persen).
Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengatakan penurunan ini menjadi capaian penting.
Sebab kata dia, Kabupaten Bogor dikenal sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Jawa Barat sejak 2007.
Hal itu seiring jumlah penduduknya yang diperkirakan mencapai lebih dari 6 juta jiwa pada 2025.
“Walaupun jumlah penduduk miskin mencapai 446.790 orang, rasio kemiskinan Kabupaten Bogor justru lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat dan nasional,”ujarnya.
Bambam menegaskan, tren penurunan itu sudah terlihat sejak 2021, dari 8,13 persen menjadi 6,25 persen pada 2025.
Ia menambahkan, bahwa sekitar 120 ribu warga telah keluar dari kemiskinan dalam lima tahun terakhir, atau rata-rata 24 ribu orang per tahun.
Ia juga menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari program-program pemerintah daerah yang langsung menyasar kelompok miskin.
Pada 2025, Pemkab Bogor mengalokasikan Rp700 miliar untuk penanggulangan kemiskinan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan.
Program unggulannya antara lain perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), dengan target 3.406 unit.
“Selain itu ada program hunian tetap bagi keluarga terdampak bencana, serta pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan bantuan usaha mikro untuk meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan,”jelasnya.
Pemkab Bogor juga menargetkan lompatan kebijakan pada 2026, yakni menggelontorkan anggaran Rp1 triliun untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen bagi seluruh warga.
Kendati begitu, Bambam mengakui tantangan masih besar, terutama karena jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai 6 juta jiwa lebih banyak dari penduduk di 25 provinsi di Indonesia serta tingginya risiko bencana alam yang dapat memicu munculnya kemiskinan baru.
“Kami terus berupaya agar Kabupaten Bogor yang merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar se-Indonesia bisa mengentaskan kemiskinan bersama-sama. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan berbagai pemangku kepentingan terus kami perkuat,” pungkasnya.
- Penulis: Sandi


