BOGORPLUS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan melaporkan telah terjadi peningkatan signifikan dalam kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah mereka. Total tercatat sebanyak 165 kejadian kebakaran yang telah diamati hingga pertengahan Juni 2026.
Peristiwa kebakaran ini tersebar di total 13 kabupaten dan kota yang berada di wilayah administratif Provinsi Sumatera Selatan. Peningkatan ini menjadi perhatian serius mengingat periode puncak musim kemarau yang akan segera tiba.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyampaikan rekapitulasi data terjadi dalam dua periode waktu yang berbeda. "Hingga 31 Mei lalu terdapat 101 kejadian karhutla di Sumsel, sedangkan Juni ini (1-19 Juni) terdapat 64 kejadian karhutla. Jsdi totalnya ada 165 kejadian karhutla. Kita berharap karhutla tidak terus terjadi," ujar Sudirman pada Minggu (21/6/2026).
Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menduduki peringkat teratas sebagai wilayah dengan kasus kebakaran tertinggi. Kabupaten PALI ini telah mencatatkan sebanyak 43 kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Status zona merah telah ditetapkan untuk Kabupaten PALI karena tingginya angka insiden kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut. Kondisi ini menunjukkan kerentanan yang sangat tinggi terhadap bencana Karhutla di area tersebut.
Sementara itu, dua kabupaten lain, yaitu Musi Banyuasin (Muba) dan Muara Enim, menempati posisi kedua dan ketiga dengan masing-masing mencatat 23 dan 22 kejadian kebakaran. Kedua wilayah ini saat ini dikategorikan ke dalam status zona oranye.
Sudirman menjelaskan bahwa secara keseluruhan, 13 kabupaten/kota telah melaporkan adanya kejadian Karhutla, namun ada tiga wilayah yang dilaporkan masih nihil insiden. "Secara keseluruhan, ada 13 kabupaten/kota di Sumsel yang telah terjadi karhutla. Pagar Alam, Empat Lawang, dan OKU Selatan masih nihil dalam laporannya ke BPBD Sumsel," katanya.
BPBD Sumsel terus mendesak seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi lonjakan risiko kebakaran selama musim kemarau panjang. Wilayah yang teridentifikasi rawan diminta untuk segera mengambil langkah proaktif.
Pihak BPBD juga mengimbau agar wilayah-wilayah yang belum menetapkan status siaga darurat untuk segera menaikkannya. "Kita juga meminta daerah yang belum menaikkan status siaga karhutla untuk segera menetapkannya," tambah Sudirman.






.png)