BOGORPLUS.ID - Sebuah bangunan rumah adat yang menjadi bagian dari kompleks Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII di Kota Medan dilalap si jago merah pada hari Senin, 22 Juni 2026. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di area monumen yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja tersebut.
Peristiwa kebakaran ini langsung menarik perhatian publik karena melibatkan sebuah landmark bersejarah yang memiliki nilai kultural tinggi bagi masyarakat Sumatera Utara. Pihak kepolisian setempat segera bergerak cepat untuk melakukan investigasi guna mengungkap akar permasalahan yang memicu kebakaran.
Api dilaporkan pertama kali terlihat membesar di area pendopo rumah adat Batak yang berdiri di dalam kawasan monumen tersebut. Karakteristik bangunan yang didominasi material kayu dan mudah terbakar menyebabkan api menyebar dengan sangat cepat, menghanguskan hampir seluruh bagian pendopo.
Zulkifli Nasution, selaku Kepala Lingkungan III Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, menjadi salah satu saksi mata yang melihat perkembangan awal bencana ini. Ia menyebutkan bahwa api awalnya tidak terlalu besar namun dengan cepat membesar karena bahan bangunan yang mudah terbakar.
"Awalnya apinya kecil. Karena bahan bangunan rumah adat mudah terbakar, api dengan cepat membesar," ujar Zulkifli Nasution kepada media pada hari Senin (22/6/2026).
Karena lokasi kebakaran berada persis di depan kantor Polsek Medan Kota, personel kepolisian yang bertugas langsung mengambil inisiatif pemadaman awal. Mereka berusaha memadamkan api menggunakan fasilitas air yang tersedia di sekitar kantor sebelum bantuan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran tiba di lokasi.
"Dari Polsek menyiram pakai selang sampai ke atas sana, tetapi tidak sanggup karena api sudah membesar," jelasnya lebih lanjut mengenai upaya pemadaman awal yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
Upaya pemadaman kemudian ditingkatkan dengan kedatangan dua unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang sudah meluas di struktur bangunan. Tidak lama kemudian, api berhasil dikuasai sepenuhnya oleh petugas pemadam.
Menariknya, sebelum api membesar, sempat terdeteksi adanya aktivitas mencurigakan dari seorang remaja di dalam area pendopo yang kemudian ditegur oleh petugas juru parkir di lokasi. Hal ini menjadi salah satu petunjuk awal bagi pihak kepolisian dalam proses penyelidikan penyebab kebakaran.






.png)