bogorplus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menata pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Heulang dengan merelokasi mereka ke sebagian Jalan Kasintu, Kecamatan Tanah Sareal

Langkah ini dilakukan untuk menjawab keluhan warga sekaligus menghadirkan pusat kuliner baru bertajuk Festival Kuliner Kasintu.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penataan ini merupakan hasil aspirasi masyarakat sekitar Jalan Heulang yang selama ini merasa terganggu oleh aktivitas PKL yang tidak tertata.

“Di sana kami akan buat spot kuliner, namanya Festival Kuliner Kasintu di kawasan Taman Heulang. Ini atas aspirasi masyarakat sekitar Jalan Heulang, mereka yang selama ini terganggu ya dengan aktivitas PKL dan menginginkan wilayahnya lebih asri, aman, sehat, dan tertata,” ujar Dedie, Selasa (21/4/2026).

Pemkot Bogor tidak akan memusatkan seluruh PKL dalam satu titik. Sebaliknya, para pedagang akan tersebar di sebagian area Jalan Kasintu untuk menghindari penumpukan.

“Jadi nanti satu area untuk kuliner PKL ya di Jalan Kasintu. Tapi itu juga sebagian Jalan Kasintu, tidak semuanya. Dan tidak dikumpulkan dalam satu titik ya, kalau satu titik tentu nanti ramai-ramai jadi numpuk,” jelasnya.

Dalam tahap awal, sekitar 100 PKL telah terdata dan akan menempati kawasan baru tersebut. 

Pemerintah menetapkan sejumlah syarat bagi pedagang, di antaranya harus warga Kota Bogor, memiliki kartu UMKM dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta hanya menjual produk kuliner.

“Persyaratannya warga Kota Bogor, punya kartu UMKM, komoditasnya apa, jualan apa, nanti diatur, dan khusus kuliner, tidak boleh usaha lain seperti pakaian,” tegasnya.