bogorplus.id- Pemkab Bogor mengklaim kebijakan Work From Home (WFH), Car Free Day (CFD), dan gerakan Rabu Hemat Energi berhasil memangkas konsumsi energi aparatur sipil negara (ASN) hingga 44,06 persen. 

Efisiensi itu dinilai menjadi sinyal positif perubahan pola kerja sekaligus mobilitas pegawai di lingkungan pemerintahan.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan capaian tersebut diperoleh setelah Pemkab Bogor melakukan evaluasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebelum dan sesudah kebijakan diterapkan.

Selain itu, pemerintah juga melakukan survei terhadap 1.653 ASN untuk mengukur dampak kebijakan terhadap perilaku kerja dan penggunaan energi sehari-hari.

“Selain itu, kami juga melakukan survei terhadap kurang lebih 1.650 ASN. Disurvei itu ditanya kalau dulu tanpa kebijakan ini berapa, terus sekarang berapa. Itu kan sudah mulai terjadi ya kebijakan itu. Alhamdulillah dari sisi efisiensi itu melihat ada sedikit keberhasilan pengurangan,” katanya, Minggu (10/5).

Berdasarkan hasil survei, penghematan energi terbesar berasal dari kebijakan WFH yang mencapai 20 persen. Sementara program Car Free Day setiap Rabu menyumbang penghematan 8,22 persen. 

Adapun sisanya sebesar 15,84 persen berasal dari carpooling, penggunaan transportasi umum, dan gerakan hemat energi lainnya.

Ajat menegaskan capaian tersebut belum menjadi titik akhir. Menurutnya, budaya hemat energi harus terus diperkuat agar menjadi kebutuhan bersama, bukan sekadar menjalankan instruksi pemerintah.

“Harus dikencangkan lagi, terus lakukan efisiensi itu bukan karena perintah, karena ini memang kebutuhan. Kami mendukung kebijakan nasional yang diterjemahkan oleh Pak Bupati untuk diterapkan di ASN dan harapannya akan mempunyai dampak juga ke masyarakat lain,” ujarnya.