bogorplus.id - Mimisan atau epistaksis merupakan kondisi yang umum dialami oleh hampir semua orang. Meski sering dianggap ringan, perdarahan dari hidung ini lebih rentan menyerang kelompok tertentu, seperti anak-anak usia 3–10 tahun, lansia, ibu hamil, penderita kelainan darah, hingga individu yang mengonsumsi obat pengencer darah.
Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang bervariasi, mulai dari beberapa detik hingga lebih dari 20 menit. Secara medis, mimisan terbagi menjadi dua jenis berdasarkan lokasi perdarahannya, yakni epistaksis anterior (bagian depan hidung) dan epistaksis posterior (bagian belakang hidung).
Faktor Penyebab dan Risiko
Penyebab paling umum dari mimisan adalah kondisi udara yang kering dan kebiasaan mengorek hidung, yang memicu pecahnya pembuluh darah halus. Namun, terdapat faktor risiko lain yang perlu diperhatikan, di antaranya:
- Alergi dan infeksi saluran pernapasan seperti flu atau sinusitis.
- Kebiasaan membuang ingus terlalu kencang.
- Cedera pada hidung atau bentuk septum (sekat hidung) yang bengkok.
- Penggunaan obat semprot hidung (dekongestan) secara berlebihan.
Untuk mimisan posterior, penyebabnya biasanya lebih serius, seperti paparan bahan kimia iritan, benturan keras di kepala, tumor rongga hidung, kanker nasofaring, hingga penyakit sistemik seperti hipertensi, aterosklerosis, dan gangguan pembekuan darah (hemofilia).
Langkah Pertolongan Pertama
Saat mengalami mimisan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah berikut:
- Duduk tegak: Jangan berbaring guna mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung.
- Condongkan tubuh ke depan: Hal ini penting agar darah tidak masuk ke tenggorokan yang dapat memicu muntah.
- Pencet hidung: Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menjepit cuping hidung selama 10–15 menit sambil bernapas melalui mulut.
- Kompres dingin: Tempelkan kompres pada pangkal hidung untuk memperlambat perdarahan.
Setelah perdarahan berhenti, hindari membuang ingus, mengorek hidung, atau melakukan aktivitas fisik berat selama minimal 24 jam untuk mencegah perdarahan berulang.
Kapan Harus ke Dokter?
Intervensi medis segera diperlukan jika mimisan berlangsung lebih dari 20 menit atau terjadi setelah cedera kepala hebat. Selain itu, waspadai jika mimisan disertai gejala anemia seperti kulit pucat, jantung berdebar, dan tubuh cepat lelah. Pemeriksaan dokter juga wajib dilakukan jika kondisi ini dialami oleh anak di bawah usia 2 tahun atau lansia.
