bogorplus.id – Nyeri sendi, atau secara medis dikenal sebagai arthralgia, merupakan kondisi rasa sakit dan tidak nyaman pada sendi, yakni jaringan yang menghubungkan serta membantu pergerakan antara dua tulang. Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari nyeri tumpul, sensasi tajam, kaku, hingga rasa panas dengan intensitas ringan hingga berat.

Nyeri sendi bukan sekadar rasa sakit biasa, melainkan sering kali menjadi gejala dari kondisi medis tertentu, seperti radang sendi (artritis) atau peradangan pada bantalan sendi (bursitis). Berdasarkan durasinya, nyeri ini dapat berlangsung singkat (akut) maupun berkepanjangan (kronis).

Beragam Penyebab Nyeri Sendi
Penyebab nyeri sendi sangat bervariasi, mulai dari cedera hingga peradangan pada komponen sendi seperti bursa, ligamen, tulang rawan, tendon, dan tulang di sekitarnya. Pada lansia, penyebab paling umum adalah osteoartritis yang biasanya menyerang lebih dari satu sendi.

Secara medis, penyebab nyeri sendi dikategorikan berdasarkan jumlah sendi yang terdampak:

1. Nyeri pada Satu Sendi: Sering terjadi pada sendi lutut. Penyebabnya meliputi penyakit asam urat (gout), peradangan jaringan pelapis sendi (traumatic synovitis), kerusakan tulang rawan di belakang tempurung lutut (chondromalacia patellae), hingga perdarahan di ruang sendi (haemarthrosis). Dalam kasus yang lebih jarang, kondisi ini bisa dipicu oleh infeksi, dislokasi, atau patah tulang.

2. Nyeri pada Beberapa Sendi: Kondisi ini melibatkan lebih dari satu titik sendi dan sering dikaitkan dengan penyakit sistemik atau autoimun, seperti rheumatoid arthritis (rematik), lupus, psoriasis artritis, hingga efek samping obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid.

3. Gangguan Jaringan Sekitar Sendi: Rasa nyeri juga bisa bersumber dari jaringan di sekitar sendi, seperti pada kasus bursitis (radang bantalan sendi), fibromyalgia (gangguan otot), dan tendinitis (radang tendon).

Faktor Risiko dan Kelompok Rentan
Meski dapat dialami oleh siapa saja, terdapat faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko seseorang mengalami nyeri sendi. Kelompok yang berusia di atas 60 tahun, memiliki riwayat cedera sendi, atau memiliki faktor genetik berada pada risiko yang lebih tinggi.

Selain itu, kondisi fisik seperti obesitas, penyakit metabolik (diabetes), gangguan fungsi ginjal atau hati, serta kelemahan sistem imun juga menjadi faktor pemicu. Aktivitas fisik yang memberikan tekanan berulang pada sendi, seperti melukis atau berkebun, serta faktor psikologis seperti stres dan depresi, turut berkontribusi pada munculnya gangguan ini.