BOGORPLUS.ID - Pertandingan pembuka Grup B Piala Dunia 2026 antara tim nasional Swiss melawan Qatar harus berakhir dengan skor akhir imbang 1-1. Duel krusial ini terselenggara di San Francisco Bay Area Stadium pada tanggal 15 Juni 2026.
Hasil imbang tersebut, meski dianggap adil oleh sebagian pihak, justru memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola. Sorotan utama tertuju pada keputusan wasit yang dinilai sangat memengaruhi jalannya pertandingan sejak babak awal.
Keputusan yang paling menimbulkan gejolak adalah anugerah hadiah tendangan penalti untuk kubu Swiss pada menit ke-17 babak pertama. Keputusan ini segera menjadi topik hangat diskusi pasca-peluit akhir dibunyikan.
Penalti tersebut kemudian berhasil dikonversi dengan baik oleh penyerang andalan Swiss, Breel Embolo. Gol tunggal dari titik putih inilah yang menjadi gol pertama Swiss dalam laga pembuka mereka di turnamen akbar tersebut.
Keputusan kontroversial tersebut berawal dari insiden duel fisik yang terjadi di dalam kotak penalti Qatar. Wasit diyakini melihat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pemain bertahan lawan terhadap pemain Swiss.
Secara spesifik, hadiah penalti itu diberikan setelah wasit menilai bahwa Remo Freuler dijatuhkan oleh Mahmud Abunada. Kejadian ini terjadi ketika kedua pemain terlibat dalam perebutan bola satu lawan satu di area terlarang.
Keterlibatan FIFA dalam menanggapi polemik ini menunjukkan betapa pentingnya keputusan tersebut dalam narasi pertandingan. FIFA kini memberikan klarifikasi resmi terkait interpretasi wasit atas insiden tersebut.
Dilansir dari PORTAL7.CO.ID, momen krusial tersebut menjadi satu-satunya sumber gol Swiss, sementara Qatar berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua. Alhasil, kedua tim harus puas berbagi poin dalam laga perdana mereka.
FIFA menyatakan bahwa tinjauan ulang menunjukkan bahwa kontak yang terjadi sudah memenuhi kriteria pelanggaran berdasarkan protokol VAR yang berlaku. "Keputusan wasit telah ditinjau secara menyeluruh dan sesuai dengan interpretasi aturan duel kontak di area penalti," ujar perwakilan FIFA.






.png)