bogorplus.id - Sariawan atau dalam istilah medis disebut stomatitis aphtosa merupakan kondisi peradangan berupa luka terbuka di dalam rongga mulut. Meski sering dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan, sariawan dapat menimbulkan rasa nyeri yang signifikan hingga mengganggu aktivitas makan, minum, dan berbicara bagi penderitanya.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun secara statistik lebih sering ditemukan pada wanita, remaja, dan anak-anak. Penting bagi masyarakat untuk membedakan sariawan dengan herpes oral. Berbeda dengan herpes oral yang bersifat menular dan biasanya muncul di permukaan luar bibir, sariawan umumnya muncul di bagian dalam mulut dan tidak menular.

Faktor Pemicu Sariawan
Munculnya sariawan dapat disebabkan oleh faktor tunggal maupun kombinasi dari berbagai kondisi. Penyebab paling umum adalah cedera fisik pada jaringan mulut, seperti penggunaan kawat gigi atau gigi palsu yang tidak pas, kebiasaan menggigit bibir, hingga menyikat gigi terlalu keras. Selain itu, konsumsi makanan yang terlalu keras, panas, atau penggunaan pasta gigi mengandung sodium laureth sulfate (SLS) juga dapat memicu iritasi.

Selain faktor mekanis, infeksi juga memegang peranan penting. Beberapa infeksi virus seperti flu Singapura, infeksi jamur kandidiasis oral, hingga bakteri Helicobacter pylori diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko sariawan. Dalam kasus yang lebih kompleks, sariawan kronis bisa menjadi indikasi adanya penyakit autoimun, seperti lupus, penyakit Behçet, atau pemfigus vulgaris.

Kondisi lain yang turut meningkatkan risiko meliputi perubahan hormon saat menstruasi, stres, kekurangan nutrisi (vitamin B, zat besi, zinc), hingga efek samping pengobatan seperti kemoterapi atau konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Mengenali Gejala dan Lokasi
Gejala sariawan biasanya diawali dengan sensasi kesemutan atau terbakar pada area terdampak sekitar 1–2 hari sebelum luka muncul. Luka yang terbentuk umumnya berwarna putih atau kekuningan dengan tepian kemerahan. Sariawan dapat muncul di berbagai titik, mulai dari gusi, lidah, bagian dalam pipi, langit-langit mulut, hingga pangkal tenggorokan.

Klasifikasi Jenis Sariawan
Secara medis, sariawan dikategorikan menjadi tiga jenis berdasarkan ukuran dan tingkat keparahannya:

1. Sariawan Minor: Jenis yang paling umum ditemukan dengan diameter kurang dari 1 cm. Biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–14 hari tanpa meninggalkan bekas luka.
2. Sariawan Mayor: Memiliki ukuran lebih besar (2–3 cm) dan luka yang lebih dalam. Proses penyembuhannya memerlukan waktu hingga enam minggu dan berisiko meninggalkan jaringan parut.
3. Sariawan Herpetiformis: Jenis yang jarang terjadi, berupa kelompok luka kecil berukuran 1–2 mm yang dapat menyatu menjadi satu luka besar. Meski namanya serupa, kondisi ini tidak berkaitan dengan virus herpes.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan rongga mulut dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika sariawan tidak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari dua minggu atau disertai gejala sistemik lainnya.