bogorplus.id — Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang jatuh pada Rabu (3/6/2026) menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memperkuat komitmen pembangunan di berbagai sektor.
Mengusung tema "Bogor Nanjeur", momentum ini juga diwarnai dengan refleksi mendalam atas dinamika pembangunan daerah.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa tema "Bogor Nanjeur" yang berarti tumbuh, bersemi, berakar kuat, kokoh, dan lestari, tidak hanya menggambarkan perjalanan panjang sejarah Kota Bogor.
Tema tersebut juga mencerminkan proses pembangunan berkelanjutan yang terus berjalan hingga saat ini.
Di tengah semangat perayaan tersebut, Dedie secara terbuka mengakui bahwa masih terdapat berbagai persoalan dan program pembangunan di Kota Bogor yang belum berjalan dengan sempurna.
Menurutnya, pembangunan daerah merupakan proses berkesinambungan yang membutuhkan waktu, baik dari sisi penganggaran, regulasi, maupun kesiapan sumber daya manusia (SDM).
"Hari Jadi Bogor harus dimaknai sebagai momentum untuk terus memperkuat komitmen memajukan kota. Jika memang masih ada yang belum sempurna, tentu semuanya sedang berproses dan kami memohon maaf. Anggarannya berproses, SDM-nya berproses, begitu pula dengan regulasinya," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor terus bekerja keras untuk merealisasikan aspirasi dan harapan masyarakat.
Saat ini, Pemkot Bogor memprioritaskan dua sektor utama dalam pembangunan, yakni infrastruktur fisik dan pengembangan kualitas SDM.





