bogorplus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjadikan momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sebagai bahan refleksi mendalam terhadap berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.
Masalah kemiskinan, stunting, hingga anak putus sekolah kini menjadi fokus perhatian yang harus segera dituntaskan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengakui bahwa pemerintah daerah masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan di tengah upaya pembangunan daerah yang terus berjalan.
"Saya mohon maaf belum bisa membahagiakan semua pihak, belum bisa menyenangkan semua kelompok dan golongan. Masih ada rakyat kami yang kurang mampu, masih ada stunting, masih ada anak-anak yang putus sekolah. Tapi Bogor harus terbangun, Bogor harus bangkit," ujar Rudy pada Rabu (3/5/2026).
Selain persoalan sosial, Rudy juga menyoroti ketertinggalan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor, khususnya pada sektor pendidikan dan akses jalan.
Oleh karena itu, Pemkab Bogor berkomitmen untuk mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah secara berkeadilan.
"Pada faktanya, dari sisi infrastruktur pendidikan dan jalan kita masih jauh tertinggal. Kita harus merefleksikan diri bahwa tempat di mana Bogor bangkit pertama kali harus mendapatkan perhatian yang lebih," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Bogor ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Untuk mencapai target tersebut, Rudy mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk saling bersinergi.





