BOGORPLUS.ID - Ratusan demonstran yang tergabung dalam Aliansi Surabaya Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Senin (15/6/2026). Aksi ini berpusat di area Taman Apsari dan bertujuan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan penting kepada pemerintah.
Para peserta aksi berkumpul di dalam halaman Taman Apsari dan melakukan orasi secara bergantian sepanjang berlangsungnya kegiatan. Penting dicatat bahwa demonstrasi tersebut berlangsung tertib tanpa menimbulkan penutupan jalur lalu lintas utama di jalan raya sekitar lokasi.
Aksi demonstrasi ini didasari oleh delapan tuntutan krusial yang diajukan oleh Aliansi Surabaya Menggugat kepada pihak berwenang. Tuntutan tersebut mencakup berbagai isu mulai dari reformasi sektor keamanan hingga perbaikan kondisi ekonomi makro bangsa.
Koordinator Lapangan Aksi, Muhammad Ichsan Aditya, merinci delapan poin tuntutan tersebut, yang meliputi pencabutan Undang-Undang (UU) Polri 2026 dan UU TNI 2026. Selain itu, mereka menuntut pengembalian tugas militer ke barak dan penghentian sejumlah program pemerintah.
"Delapan poin tuntutan kami meliputi pencabutan UU Polri 2026, pencabutan UU TNI 2026, pengembalian militer ke barak, penghentian program MBG, penghentian Kopdes Merah Putih, penurunan harga BBM, stabilisasi nilai rupiah, serta penghentian eksploitasi alam," ujar Muhammad Ichsan Aditya.
Salah satu fokus utama kritik massa adalah pengesahan regulasi dan pelaksanaan program pemerintah yang dinilai tidak didukung oleh riset akademik dan perencanaan yang memadai. Program MBG secara spesifik dikritik karena dianggap memicu inflasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama di sektor pendidikan.
Muhammad Ichsan Aditya juga menyoroti isu keamanan nasional terkait regulasi militer dalam orasinya. "Apalagi ketika Undang-Undang Polri disahkan secara ugal-ugalan dan ketika UU TNI tahun 2025 menjadi karpet merah bagi praktik militerisme yang hari ini makin meluas dan masif," kata Ichsan kepada wartawan pada Senin (15/6/2026).
Selain masalah regulasi, Aliansi Surabaya Menggugat menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap stabilitas ekonomi nasional yang semakin mengkhawatirkan. Mereka menyoroti pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah yang berpotensi memicu krisis meluas dan kenaikan harga komoditas.
Ichsan menggarisbawahi kekhawatiran tersebut terkait pergerakan kurs mata uang domestik. "Ini juga respon kami atas kondisi stabilitas ekonomi yang hari ini kian mencemaskan, karena angka rupiah mendekati angka Rp18.000 dan tentunya ini prediksi dari ekonom tentunya kita melihat bisa sampai angka Rp22.000," ujarnya.






.png)