bogorplus.id - Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda Kecamatan Cigudeg, Sabtu (18/4), akibat hujan deras berintensitas tinggi.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat di lapangan.
Banjir terjadi setelah meningkatnya debit air yang menggerus tembok penahan tanah (TPT) di beberapa titik, sehingga aliran sungai tersumbat dan meluap ke permukiman warga. Kondisi diperparah oleh luapan air yang kembali terjadi pada malam hari.
Sedikitnya enam desa terdampak, yakni Desa Cintamanik, Argapura, Bangunjaya, Renggasjajar, Batujajar, dan Tegallega.
Sebanyak 50 warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan masjid terdekat. Sementara itu, tercatat 25 rumah mengalami kerusakan ringan dan 3 rumah rusak berat, tanpa adanya korban jiwa.
Rudy Susmanto mengatakan seluruh jajaran langsung dikerahkan sejak laporan awal diterima untuk melakukan penanganan cepat di lokasi kejadian.
“Sejak laporan masuk, kami langsung mengerahkan seluruh unsur terkait untuk turun ke lapangan. Saat ini kami fokus pada keselamatan warga dan percepatan penanganan, agar kondisi segera terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Rudy Susmanto.
Ia menambahkan, pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan darurat segera dilakukan kepada warga terdampak, terutama kebutuhan dasar seperti makanan, selimut, pakaian, dan perlengkapan bayi.
“Saya minta seluruh jajaran tetap siaga dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan terbaik. Kita hadir untuk masyarakat,” tegasnya.

