bogorplus.id - Kebiasaan melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu atau multitasking sering kali dianggap sebagai metode efisien untuk menghemat waktu dan energi. Mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga pelajar kerap menerapkan pola kerja ini. Namun, sejumlah penelitian ilmiah justru menunjukkan hasil sebaliknya: multitasking tidak efisien, menurunkan kualitas hasil kerja, dan berdampak buruk bagi kesehatan.
Secara harfiah, multitasking berarti mengerjakan tugas ganda. Dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas ini sering kali tidak disadari, seperti berjalan kaki sambil membalas pesan di gawai, makan sambil bekerja, hingga memasak sambil menonton televisi.
Secara teknis, proses berpindah-pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain ini lebih tepat disebut sebagai task switching. Meski sering dianggap sama, kedua istilah ini merujuk pada beban kerja otak yang terbagi-bagi secara konstan.
Menurunkan Produktivitas dan Memicu Kesalahan
Banyak orang meyakini bahwa mengerjakan beberapa hal secara bersamaan dapat menghemat waktu. Faktanya, otak manusia secara biologis dirancang untuk fokus pada satu hal dalam satu waktu. Ketika dipaksa melakukan multitasking, otak harus bekerja ekstra keras untuk terus mengalihkan konsentrasi.
Akibatnya, saat otak mulai lelah, daya konsentrasi akan menurun drastis. Hal ini tidak hanya mengurangi kualitas hasil pekerjaan, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kesalahan. Pada akhirnya, seseorang harus meluangkan waktu ekstra untuk memperbaiki kesalahan tersebut, sehingga waktu yang dihabiskan justru menjadi lebih lama dibandingkan jika pekerjaan diselesaikan satu per satu.
Selain tidak efisien, multitasking dalam situasi tertentu juga sangat berbahaya. Salah satu contoh paling fatal adalah berkendara sambil mengoperasikan ponsel. Aktivitas ini memecah fokus pengemudi secara signifikan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Dampak Buruk bagi Kesehatan Fisik dan Mental
Ketergantungan pada pola kerja multitasking dalam jangka panjang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang serius, di antaranya:

