bogorplus.id - Sistem pencernaan manusia merupakan rangkaian organ vital yang berfungsi mengolah makanan menjadi nutrisi untuk diserap oleh tubuh. Terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus, sistem ini juga melibatkan peran penting dari pankreas, hati, dan kantung empedu.
Namun, fungsi sistem pencernaan sering kali terganggu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi bakteri hingga gaya hidup yang tidak sehat. Berikut adalah lima jenis gangguan sistem pencernaan yang paling umum ditemui beserta gejalanya:
1. Diare
Diare ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam sehari dengan konsistensi tinja yang lebih cair. Kondisi ini umumnya dipicu oleh infeksi rotavirus, bakteri, atau perubahan pola makan secara mendadak. Selain perubahan frekuensi BAB, penderita diare biasanya mengalami kram perut, demam, perut kembung, hingga mual.
2. Sembelit (Konstipasi)
Kebalikan dari diare, sembelit terjadi ketika frekuensi BAB menjadi lebih jarang, yakni kurang dari tiga kali dalam seminggu. Hal ini disebabkan oleh menurunnya pergerakan usus. Gejala yang sering menyertai sembelit antara lain feses yang keras, harus mengejan secara berlebihan, hingga perasaan tidak tuntas setelah buang air besar.
3. Wasir (Hemoroid)
Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah vena yang terjadi di dalam atau di luar saluran anus (rektum). Meski bisa menyerang siapa saja, sekitar 50 persen penderitanya merupakan individu berusia di atas 50 tahun. Gejala utama wasir meliputi rasa nyeri dan gatal pada anus, munculnya benjolan, hingga keluarnya darah saat buang air besar yang sering kali membuat penderita sulit untuk duduk dengan nyaman.
4. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
GERD atau penyakit asam lambung terjadi akibat melemahnya katup (sfingter) di bagian bawah kerongkongan. Pada kondisi normal, katup ini akan menutup setelah makanan masuk ke lambung. Namun, pada penderita GERD, katup tetap terbuka sehingga asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Gejala yang dirasakan meliputi sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam di pangkal mulut, nyeri menelan, hingga batuk tanpa dahak.
5. Tukak Lambung
Tukak lambung merupakan luka terbuka yang terbentuk pada lapisan lambung atau usus halus bagian atas. Penyebab utamanya adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat pereda nyeri jangka panjang. Gejala khas dari penyakit ini adalah nyeri ulu hati, rasa begah, mual, hingga perubahan warna feses menjadi gelap. Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Mengetahui jenis dan gejala gangguan pencernaan sejak dini sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Jika gejala menetap atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

