Pekerja Jatuh dari Jembatan Leuwiranji, Tim SAR Temukan Jasad 9,7 Km dari Titik Awal
- account_circle Sandi
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- comment 0 komentar

Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi jenazah. Foto: BPBD Kabupaten Bogor
bogorplus.id– Pekerja kontraktor yang terpeleset dari Jembatan Leuwiranji, terbawa arus sekitar 9,7 Kilometer (Km) dari titik awal kejadian.
Diketahui, Frangki (29) diduga terpeleset dari Jembatan Leuwiranji saat sedang melakukan pemeriksaan konstruksi jembatan, pada Minggu (1/2/2026) lalu.
Dirinya ditemukan setelah Tim SAR gabungan melakukan pencarian selama 4 hari yakni mulai dari Minggu (1/2) sampai Rabu (4/2/2026).
“Dengan jarak sekitar 9,7 Km dari LKP dalam keadaan MD di wilayah Serpong belakang Pasar Serpong, Tangerang Selatan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, pada Rabu (4/2/2026).
Adam menjelaskan, posko menerima informasi dari warga setempat mengenai adanya jasad yang tersangkut di tepi aliran Sungai Cisadane.
Ia menutur, saat ditemukan oleh Tim SAR gabungan, jasad Frangki dalam keadaan telungkup dan tersangkut di tepi sungai dengan kondisi Meninggal Dunia.
Pihak keluarga korban telah mengakui jasad yang ditemukan merupakan anggota keluarganya.
Jasad tersebut dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk penanganan lebih lanjut.
Pencarian Dilakukan Selama 4 Hari
Adam menjelaskan, pencarian dilakukan selama 4 hari. Minggu (1/2) Malam melakukan penelusuran sejauh 1 Kilometer. Namun tidak membuahkan hasil dan dilanjutkan pada Senin (2/2).
Kemudian, pada Senin (2/2) tim SAR gabungan memperluas pencarian sampai 4 Km mulai dari Jembatan Leuwiranji sampai Jembatan Kranggan, Kabupaten Tangerang.
Lalu, pada Selasa (3/2) tim SAR gabungan kembali melakukan dari titik awal yakni Jembatan Leuwiranji sampai Jembatan Cisauk Kota Tangerang.
Terakhir, Tim SAR Gabungan mendapat informasi dari warga sekitar pada Rabu (4/2) melihat jasad yang di tepi aliran Sungai Cisadane, pada Rabu Pagi.
Setelah melakukan evakuasi jenazah, pihak keluarga mengakui bahwa jasad yang ditemukan merupakan anggota keluarganya.
Diduga Terpeleset Saat Kerja
Pekerja renovasi jembatan Leuwiranji diduga terpeleset ke Sungai Cisadane saat melakukan pemeriksaan jembatan.
Camat Rumpin Icang Aliudin menjelaskan, laporan terjadinya peristiwa itu berasal dari Pelaksana Kontraktor renovasi jembatan Leuwiranji, pada Minggu (1/2) Malam.
Diketahui, pekerja bernama Frangki (25) itu sedang melakukan pemeriksaan pada bagian jembatan Leuwiranji dan terpeleset ke Sungai Cisadane.
“Kejadian pada saat korban sedang pengecekan baut-baut tiba-tiba terpeleset ke sungai Cisadane, sampai saat ini masih dalam pencarian,” jelas Icang dalam keterangannya, pada Senin (2/1/2026).
Hingga kini, pihak Forkopimcam Rumpin dan Gunungsindur beserta BPBD hingga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor telah melakukan pencarian sejak Minggu Malam. Para pihak terkait masih melakukan pencarian hingga saat ini.
Sebagai informasi, Jembatan Leuwiranji sebagai akses untuk menghubungkan Kecamatan Rumpin dan Gunungsindur.
Jembatan tersebur ditutup pada 13 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026 lalu karena adanya proses perbaikan pada konstruksi.
Adapun, perbaikan jembatan Leuwiranji itu menelan anggaran Rp 4,8 miliar dengan proses pengerjaan Desember 2025 sampai Januari 2026.
- Penulis: Sandi








