Musibah Tambang Pongkor, DPRD Kabupaten Bogor Minta APH Cegah Aktivitas Ilegal
- account_circle Sandi
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id– Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas musibah di area tambang pongkor.
Sastra mengatakan pihak kepolisian harus bisa mencegah aktivitas tambang ilegal yang marak terjadi di wilayah PT Antam.
“Kami berharap kepada penegak hukum untuk bagaimana bisa supaya aktivitas penambangan ilegal tidak ada pembiaran,”ujarnya.
Ia turut prihatin atas adanya korban jiwa dalam musibah yang ada di wilayah Bogor Barat tersebut.
“Ya nanti kita minta pemerintah daerah untuk bagaimana bisa mencari solusi yang terbaik lah,”katanya.
Terkait adanya dugaan gas yang bocor dari PT Antam. Sastra Winara mengaku belum mendapat laporan resmi dari pihak kepolisian.
Kata dia, jika ada kesalahan dalam prosedur, ia meminta APH untuk mengusut tuntas agar persitiwa serupa tak terulang dikemudian hari.
“Ketika memang ada kesalahan prosedur kita minta kepada penegak kukum untuk mengusut supaya hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi,”ucapya.
Diberitakan sebelumnya, PT Antam Tbk memastikan ketiga korban jiwa bukan pegawai maupun kontraktor perusahaan.
Mereka adalah penambang emas tanpa izin (PETI) yang beraktivitas di area nonoperasional perusahaan.
Ketiganya diketahui merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
“Tim gabungan telah mengevakuasi tiga korban jiwa. Mereka terjebak di area nonoperasional Antam yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” ujar CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, Senin (19/1).
Ketiga korban masing-masing bernama Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Mereka ditemukan meninggal dunia di lokasi dengan kedalaman sekitar 500 meter dari permukaan tanah.
Agustinus menjelaskan, proses evakuasi berlangsung sangat berat dan berisiko tinggi.
Lokasi korban berada di medan ekstrem yang sulit dijangkau serta berbahaya bagi tim penyelamat.
“Dalam proses evakuasi, salah satu anggota tim sempat tertimpa longsoran batu hingga mengalami luka di bagian bahu. Karena itu setiap langkah dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas,”pungkasnya.
- Penulis: Sandi






