Breaking News
light_mode
Trending Tags

Modus Rayu Warga Desa, Jaringan TPPO Antar Warga Bogor Terjebak di Cina

  • account_circle Abdul
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Kasus yang menimpa Meri Aldawiyah, perempuan asal Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, membuka tabir cara kerja jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyasar perempuan desa dengan pendekatan personal dan sistematis.

Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin, mengungkapkan bahwa perekrutan korban tidak dilakukan secara terbuka, melainkan lewat jaringan lokal yang sudah mengenal lingkungan kampung.

“Meri ini memang korban perdagangan yang dirayu, yang dibujuk oleh seseorang melalui berupa sebuah agen. Yang memang dia itu, jaringan operasionalnya itu dia menggunakan jaringan ke daerah-daerah yang mencari gadis-gadis,” kata dia, Selasa 3 Februari 2026.

Menurut Muhsin, para pelaku memanfaatkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat desa, terutama perempuan muda yang belum memiliki pengalaman luas dan mudah percaya terhadap janji kesejahteraan di luar negeri.

“Memang ada keluguan dan dijanjikan mereka akan diberikan janji yang sangat menggiurkan,” lanjutnya.

Ia menuturkan, agen tidak bekerja sendirian. Mereka memanfaatkan orang-orang kampung sebagai perantara untuk membangun kepercayaan korban, sehingga tawaran ke luar negeri tidak menimbulkan kecurigaan.

“Dia melakukan sebuah jaringan operasi itu menggunakan orang-orang yang di kampung. Untuk membujuk dan merayu. Itu disitulah kejadian Meri bisa berada di Cina,” jelas dia.

Alih-alih memperoleh kehidupan mewah seperti yang dijanjikan, Meri justru mengalami kekerasan selama berada di Cina. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak melakukan upaya pemulangan korban ke Indonesia.

Setelah melalui proses panjang, Meri akhirnya dapat kembali ke Bogor berkat bantuan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto.

“Kedatangan Meri itu dari bandara jam 13 sampai di sini. Kedatangan Meri ini kita memang dalam perjuangan yang cukup panjang. Meri ini disana 1 tahun dan kita pun berjuang. Di dalam berupaya Mari untuk kembali lagi ke Indonesia itu 3 bulan,” jelas dia.

Kasus Meri menjadi pengingat bahwa praktik TPPO tidak selalu bermodus kerja ilegal, melainkan juga menyamar dalam janji pernikahan dan kehidupan mapan di luar negeri, dengan sasaran utama perempuan desa yang minim akses informasi.

  • Penulis: Abdul

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Tegar Beriman Mulai Tawarkan Pegadaian SK kepada PPPK yang Baru Dilantik Hari Ini 

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) BPRS Bank Tegar Beriman (BTB) menawarkan PPPK yang hendak mengadaikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK. Pasalnya, ada sebanyak 3.324 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 345 CPNS yang dilantik pada Kamis 17 April 2025. Dirut BPRS Bank Tegar Beriman, Dedin Nazarudin menjelaskan pihaknya dikuasai sebagai bank yang mengelola […]

  • TransNusa Buka Penerbangan Perdana Bula-Perth, Tersedia Promo Mulai Rp 1 Juta

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – TransNusa membuka rute Bali-Perth pergi pulang (PP) yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan Bandara Internasional Perth, Australia. Penerbangan perdana dari Bali dilakukan pada Kamis (20/3/2025). Selama Maret 2025, tersedia harga promo tiket TransNusa rute Bali-Perth mulai Rp 1 juta. “Kami sangat bangga dapat menghubungkan Bali dan Perth melalui rute […]

  • Bea Cukai dan Pemkab Bogor Musnahkan Rokok Ilegal, Selamatkan Kerugian Negara Rp1,4 Miliar

    Bea Cukai dan Pemkab Bogor Musnahkan Rokok Ilegal, Selamatkan Kerugian Negara Rp1,4 Miliar

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memusnahkan ribuan minuman keras dan roko ilegal berbagai merk. Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar untuk roko ilegal dan dihancurkan dengan alat berat untuk minuram keras di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (21/10). Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJBC Jawa Barat, […]

  • Mitra Dapur MBG Kalibata Tutup setelah Alami Kerugian Rp 1 M

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Mitra Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalibata, Pancoran, Jakarta Pusat, mengalami kerugian hampir Rp 1 miliar akibat dugaan penggelapan dana oleh yayasan berinisial MBN. Saat ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di dapur seluas 500 meter persegi tersebut sudah tidak lagi aktif. Dalam laporan yang diterbitkan oleh Antara pada Selasa (15/4/2025), Mitra Dapur […]

  • Pasar Cileungsi Dipastikan Aman Pangan, Bebas Formalin dan Boraks

    Pasar Cileungsi Dipastikan Aman Pangan, Bebas Formalin dan Boraks

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Dinas Ketahanan Pangan (DKP) melakukan pemeriksaan sampel acak pangan di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (8/9) kemarin. Hasil pemeriksaan di pasar dikelola oleh Perumda Pasar Tohaga ini menunjukkan seluruh sampel pangan yang diuji aman dan tidak mengandung zat berbahaya seperti formalin maupun boraks. Kepala Pasar Cileungsi, Isni Jayanti mengungkapkan puluhan sampel dari berbagai komoditas […]

  • Karyawan Bank Indonesia Lompat dari Helipad Gedung

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Seorang karyawan dari Bank Indonesia (BI) mengakhiri hidupnya dengan melompat dari helipad di gedung BI, yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pihak Bank Indonesia kemudian memberikan pernyataan dan menyampaikan rasa duka cita. “Kami merasakan duka mendalam atas berpulangnya salah satu anggota keluarga besar Bank Indonesia,” ungkap Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan […]

expand_less