Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kuliner Nusantara Abadi, 14 Hidangan yang Sudah Ada Sejak Abad ke-9

  • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
  • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Sejarah kuliner Indonesia selalu menarik untuk diperhatikan. Lebih dari seribu tahun yang lalu, tepatnya pada era Jawa kuno, keempat belas jenis makanan ini sudah ada dan dinikmati. Apakah ada salah satu yang jadi favoritmu?

Indonesia memiliki banyak hidangan tradisional, namun terdapat 14 jenis makanan yang telah ada lebih dari seribu tahun. Makanan-makanan ini sudah ada sejak periode Jawa kuno.

Makanan-makanan tersebut berasal dari masa ketika Gajah Mada masih menjabat sebagai amangkubhumi di Kerajaan Majapahit, bahkan hingga saat ketika semua batu untuk candi di Kompleks Percandian Prambanan sedang disusun.

Yang menarik, keempat belas jenis makanan ini masih ada dan digemari hingga sekarang. Hal tersebut dijelaskan oleh Tim Riset Museum Ullen Sentalu berdasarkan informasi dari Prof Dr Timbul Haryono, seorang pakar Arkeologi dari Universitas Gadjah Mada (6/6/2015).

Berikut adalah 14 hidangan Indonesia yang sudah ada sejak zaman Jawa kuno:

1. Dendeng

Dendeng adalah olahan daging kering yang berbumbu gurih dan biasanya diasosiasikan dengan masakan khas Sumatera Barat. Namun, ternyata di Jawa juga telah ada dendeng sejak zaman dahulu.

Referensi mengenai dendeng dapat ditemukan dalam Prasasti Taji yang berasal dari tahun 901 Masehi pada masa Kerajaan Medang. Kerajaan ini awalnya bermula di Jawa Tengah pada abad ke-8 sebelum berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10.

2. Urap

Urap adalah campuran sayuran yang direbus dan dinikmati dengan bumbu kelapa parut. Hidangan ini memiliki sejarah panjang dan juga disebutkan dalam Prasasti Linggasuntan yang berasal dari tahun 929 Masehi pada era Kerajaan Medang.

3. Lalapan

Suku Sunda merasa tidak lengkap tanpa menyajikan lalapan saat makan. Ternyata, hidangan sayuran mentah atau yang direbus sebentar ini termasuk dalam kategori makanan kuno.

Lalapan dicatat dalam Prasasti Jeru-jeru yang berasal dari tahun 930 Masehi pada masa Kerajaan Medang. Saat ini, lalapan seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari meja makan banyak orang di Indonesia.

4. Dodol

Salah satu makanan tradisional Indonesia yang sudah ada lebih dari seribu tahun adalah dodol. Kue manis ini dikenal sebagai jajanan khas dari Garut, Jawa Barat.

Dodol juga mirip dengan jenang yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Hasil olahan ini sudah disebutkan dalam versi sajian dari kitab Ramayana. Ramayana sering dianggap sebagai karya sastra pertama dari India yang diterjemahkan oleh masyarakat Jawa.

Diperkirakan, versi Jawa dari Ramayana muncul pada akhir masa Kerajaan Medang, saat itu kerajaan masih berada di Jawa Tengah sebelum pindah ke Jawa Timur di bawah Maharaja Sindok. Penyaduran Ramayana menjadi versi Jawa berlangsung antara tahun 840 Masehi hingga 930 Masehi.

5. Tape ketan

Tape ketan juga dicatat dalam versi Ramayana yang disadur ke dalam bahasa Jawa, kemungkinan terjadi pada pertengahan abad ke-9 atau awal abad ke-10 Masehi.

Saat ini, tape ketan masih sering digunakan sebagai campuran dalam minuman di Muntilan dan Magelang. Rasanya unik, manis dan sedikit asam.

6. Pecel

Pecel adalah ‘salad’ khas Indonesia yang terdiri dari berbagai sayuran rebus dan saus bumbu kacang. Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi serta pelengkap seperti rempeyek, karak beras, hingga telur asin.

Pecel dapat dijumpai di beragam daerah di Jawa, salah satunya di Madiun. Ternyata, pecel juga tercantum dalam versi Ramayana yang disadur.

7. Agar-agar

Smaradahana, sebuah karya sastra jenis kakawin dari masa Kerajaan Kediri pada abad ke-12 Masehi, rupanya telah mencatat adanya makanan yang dikenal sebagai agar-agar. Namun, bentuk pasti dari agar-agar pada masa itu masih belum dapat dipastikan.

Smaradahana menceritakan tentang Dewa Kama dan Dewi Ratih yang harus menjalani reinkarnasi setelah Kama terbakar saat mencoba membangunkan Siwa dari meditasi mendalamnya.

8. Dawet

Dawet adalah minuman khas dari Jawa yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Kediri, sekitar abad ke-12 Masehi. Minuman ini disebutkan dalam buku Kresnayana yang menceritakan kisah cinta antara Krisna dan Rukmini.

Dawet memiliki berbagai variasi, seperti dawet ayu dari Banjarnegara, dawet telasih dari Pasar Gede di Solo, hingga variasi dawet dari Bayat, Klaten.

9. Kerupuk

Kerupuk telah disebutkan dalam kitab Sumanasantaka yang ditulis pada abad ke-12 di zaman Kediri. Hingga saat ini, kerupuk masih menjadi camilan favorit dan pelengkap makanan di Indonesia.

10. Rawon

Rawon adalah hidangan berkuah dengan bumbu keluak yang sudah ada sejak jaman kuno Jawa. Penyebutan rawon juga tercantum dalam kitab Bomakawya yang berasal dari era Kerajaan Kediri.

11. Ikan asin

Ikan dari laut yang diawetkan melalui penggaraman dan pengeringan ini terdapat dalam kitab Bomakawya yang ditulis pada zaman Kediri.

12. Wajik

Wajik adalah kudapan manis berbahan dasar ketan dan gula merah yang khas dari Magelang. Riwayat wajik dapat ditemukan dalam kitab Nawa Ruci yang berasal dari zaman Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-14 Masehi.

13. Jadah

Jadah juga sudah menjadi makanan yang digemari selama ribuan tahun. Makanan dari ketan yang dihaluskan dan dibentuk menjadi lempengan ini disebutkan dalam kitab Nawa Ruci yang ditulis di zaman Majapahit. Salah satu jenis jadah yang terkenal adalah jadah tempe dari Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.

14. Serbat

Minuman tradisional lainnya yang sudah ada lebih dari seribu tahun lalu adalah serbat. Serbat adalah minuman hangat yang pedas dengan bahan dasar jahe. Minuman ini biasanya juga dicampur dengan kencur, kemiri, dan adas pulowaras.

Informasi mengenai serbat bisa ditemukan dalam kitab Kidung Harsawijaya yang berasal dari era Majapahit. Kidung Harsawijaya sendiri menceritakan tentang sejarah akhir Singhasari hingga berdirinya Majapahit.

  • Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua VPC Imbau Bobotoh Tidak Lakukan Konvoi dan Fokus pada Perayaan Juara

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Setelah pertandingan terakhir Persib melawan Persis Solo yang dijadwalkan pada hari Sabtu (24/5/2025) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), ketua Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar, mengimbau agar Bobotoh tidak melakukan konvoi. Dia meminta para bobotoh untuk menahan diri dan lebih fokus pada perayaan juara yang akan berlangsung pada hari Minggu (25/5/2025) […]

  • Panja RUU TNI: Digelar di Hotel Bintang 5 hingga Protes Koalisi Sipil

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Rapat Panitia Kerja (Panja) Revisi Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaksanakan di Fairmont Jakarta pada 14-15 Maret 2025. Rapat Panja antara Komisi I DPR-RI dan Pemerintah ini dimulai pada Jumat (14/3/2025) pukul 13.30 WIB. Sesi rapat kemudian dilanjutkan pada Sabtu (15/3/2025) pada pukul 10.00 dan diperkirakan akan berakhir pada pukul 22.00 WIB. […]

  • Usai Ganti Nama, RSUD Dr. KH. Idham Chalid Tancap Gas Resmikan Layanan Baru 

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Ciawi, Kabupaten Bogor, resmi berganti nama menjadi RSUD Dr. KH. Idham Chalid, Selasa (27/5). Mereka langsung tancap gas dengan meresmikan layanan palatif terpadu yakni Pelita Hati dan Taman Ibu Soed. Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau serta meresmikan layanan baru milik RSUD Dr. KH. Idham Calid itu. Pada kesempatan tersebut, […]

  • Puncak Kini Lebih Tertata, Pemkab Bogor Kenalkan Wisata Baru yang Menarik

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Bogor, Provisi (Pemrov) Jawa Barat dan  Pemerintah pusat telah melakukan penataan di Kawasan Puncak. Untuk itu, PJ Bupati Bogor, Bachril Bakri, mengajak wisatawan untuk kembali meramaikan destinasi wisata di Puncak yang kini lebih tertata dengan berbagai fasilitas baru. Hal tersebut disampaikan Bachril Bakri saat mengunjungi Telaga Saat, Cisarua, pada Minggu […]

  • Usaha Pengecatan Spare Part Motor di Citeureup Dilalap Api

    Usaha Pengecatan Spare Part Motor di Citeureup Dilalap Api

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Kebakaran terjadi di sebuah usaha pengecatan suku cadangan sepeda motor di Desa Leuwinutug, Kecamatan Cuteureup, Bogor, Jawa Barat. Penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan. “Objek terbakar home industry pengecatan spare part motor,” kata Kadis Damkar Kabupaten Bogor Yudi Santosa, Kamis (8/1/2026). Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 04.20 WIB pagi tadi. Menurut keterangan dari […]

  • Bursa Hewan Qurban Resmi Dibuka, BRMP Turut Berikan Dukungan

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 2025, Bursa Hewan Qurban (BHQ) yang berada di lokasi Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan serta Kesehatan Hewan (PPMPKH), Jalan Pajajaran, Kota Bogor secara resmi dibuka, Selasa (27/5/2025). BHQ ini akan berlangsung mulai tanggal 27 Mei hingga 6 Juni 2025. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyatakan […]

expand_less