Breaking News
light_mode
Trending Tags

Panja RUU TNI: Digelar di Hotel Bintang 5 hingga Protes Koalisi Sipil

  • account_circle Tim Bogor Plus
  • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Rapat Panitia Kerja (Panja) Revisi Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilaksanakan di Fairmont Jakarta pada 14-15 Maret 2025.

Rapat Panja antara Komisi I DPR-RI dan Pemerintah ini dimulai pada Jumat (14/3/2025) pukul 13.30 WIB.

Sesi rapat kemudian dilanjutkan pada Sabtu (15/3/2025) pada pukul 10.00 dan diperkirakan akan berakhir pada pukul 22.00 WIB.

Para anggota Dewan Komisi I direncanakan untuk tidak langsung meninggalkan hotel setelah pembahasan selesai.

Mereka akan check out atau keluar dari hotel bintang lima yang berlokasi hanya dua kilometer dari Komplek Parlemen Senayan, Jakarta itu pukul 10.00 WIB pada Minggu (16/3/2025).

Sesuai dengan peraturan yang ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR-RI Indra Iskandar, rapat Panja DPR RI di hotel mewah tersebut telah sesuai dengan tata tertib yang ada.

“Aturan berkaitan dengan rapat-rapat dengan urgenitas tinggi itu dimungkinkan untuk tidak di gedung DPR. Itu diatur di tatib Pasal 254 aturannya, dengan izin pimpinan DPR ini sudah dilakukan,” ungkap Indra, Sabtu.

Berdasarkan regulasi tersebut, Sekretariat Jenderal DPR-RI pun menjajaki beberapa hotel yang lokasi yang memungkinkan untuk menjadi tempat pembahasan RUU TNI tersebut.

Akhirnya, Hotel Fairmont dipilih karena sesuai dengan format rapat Panja dan memenuhi standar biaya masukan DPR-RI.

“Jadi itu pertimbangannya dan itu sudah prosedur-prosedur itu sudah kita lakukan, karena ini memang rapat-rapat tentu, karena ini sifatnya maraton dan simultan dengan urgenitas tinggi, memang harus dilakukan di tempat yang ada tempat istirahat,” tambahnya.

Sekjen DPR juga menyatakan bahwa setiap anggota Panja revisi UU TNI diberikan kamar masing-masing untuk mendukung durasi rapat yang panjang.

“Jadi butuh waktu istirahat dan paginya harus mulai lagi gitu ya, jadi memang harus dicari tempat-tempat yang memungkinkan untuk ada waktu untuk beristirahat juga,” imbuhnya.

Pada hari pertama rapat, anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), TB Hasanuddin menjelaskan, bahwa pembahasan berfokus pada daftar inventarisasi masalah (DIM) yang diajukan oleh pemerintah.

Dalam diskusi tersebut, salah satu topik utama adalah mengenai usia pensiun dan perhitungan pangkat terakhir prajurit.

Revisi UU TNI ini mencakup penambahan usia dinas keprajuritan serta perluasan peluasan penempatan prajurit aktif di Kementerian dan lembaga.

Secara spesifik, revisi ini berencana menetapkan penambahan usia masa dinas keprajuritan hingga 58 tahun bagi bintara dan tamtama, sementara masa kedinasan bagi perwira dapat menjalani dinas hingga usia 60 tahun.

Selain itu, ada kemungkinan masa kedinasan diperpanjang hingga 65 tahun bagi prajurit yang menduduki jabatan fungsional.

Hassanuddin juga menyebutkan bahwa pada malam sebelumnya mereka baru bisa menyelesaikan sekitar 40 persen dari total 92 DIM yang ada.

Di sisi lain, terjadi protes dari koalisi masyarakat sipil. Tiga aktivis yang tergabung dalam koaluisi tersebut berusaha memasuki ruang rapat Panja revisi UU TNI yang diadakan di ruang Ruby 1 dan 2 Fairmont Hotel, Jakarta.

Salah satu aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie, tampak mendesak untuk masuk ke dalam ruangan sambil mengenakan baju hitam.

Namun, ia terhalang oleh dua orang staf yang mengenakan baju batik, sempat didorong keluar dan terjatuh.

“Woi, anda mendorong, teman-teman, bagaimana kita kemudian direpresif,” teriaknya sambil berusaha bangkit lagi.

Andrie bersama dua aktivis lainnya berteriak menuntut mereka di depan pintu yang telah tertutup, meminta agar pembahasan RUU TNI tersebut dihentikan.

Dalam penyampaian tuntutannya, Koalisi Masyarakat Sipil menganggap bahwa pembahasan RUU TNI di hotel mewah ini mencerminkan rendahnya komitmen terhadap transparansi dan partisipasi publik dalam penyusunan regulasi.

Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa secara substansi, RUU TNI masih memuat pasal-pasal yang bermasalah dan berpotensi mengancam demokrasi serta penegakan HAM di Indonesia.

Selain itu, agenda revisi UU TNI dianggap dapat melemahkan profesionalisme militer dan beresiko mengembalikan dwifungsi TNI.

“Perluasan penempatan TNI aktif di jabatan sipil tidak sesuai dengan prinsip profesionalisme TNI dan berisiko memunculkan masalah, seperti eksklusi sipil dari jabatan sipil, menguatkan dominasi militer di ranah sipil dan pembuatan kebijakan, serta loyalitas ganda,” tambahnya.

  • Penulis: Tim Bogor Plus

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sembilan Bintang Tebarkan Paham Hukum Dihari Jadi Sukabum ke-155

    Sembilan Bintang Tebarkan Paham Hukum Dihari Jadi Sukabum ke-155

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Gelaran Pesta Rakyat dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155,di Lapang Cangehgar, Pelabuhan Ratu tampil meriah dan penuh semangat kebudayaan. Acara itu berlangsung selama dua hari mulai dari Sabtu-Minggu. Tahun ini acara HUT Kabupaten Sukabumi ini menghadirkan sesuatu yang baru. Mereka menghadirkan profesi advokat dalam bentuk stand konsultasi hukum terbuka untuk masyarakat. Ini merupakan […]

  • Teh Pahit Efektif Sembuhkan Diare, Mitos atau Fakta?

    Teh Pahit Efektif Sembuhkan Diare, Mitos atau Fakta?

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Sudah sejak lama teh pahit dianggap efektif untuk mengatasi diare. Dari sudut pandang medis, hal ini bukanlah sekadar mitos. Memang, secara ilmiah, teh pahit dapat membantu menyembuhkan diare. Efek positif ini berasal dari kandungan zat tanin di dalam teh tersebut. Sebenarnya, zat tanin memiliki sifat astringent, yang dapat mengurangi jumlah cairan dalam tinja […]

  • Mengapa 55 Kepala Daerah PDIP Belum Gabung Retret Akmil ? Ini Penjelasannya ! 

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Sebanyak 55 kepala daerah kader PDIP yang sudah berada di Magelang hingga Minggu (23/2) pagi masih belum bergabung mengikuti program retreat di Akmil. Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyatakan pihak panitia masih menunggu kehadiran para kepala daerah dari PDIP. “Kepala daerah lain belum bergabung? Belum ada, belum ada. Kami masih menunggu, kami masih menunggu untuk […]

  • Perbedaan Gigi Susu dan Gigi Permanen: Mulai dari Jumlah hingga Fungsinya

    Perbedaan Gigi Susu dan Gigi Permanen: Mulai dari Jumlah hingga Fungsinya

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Perbedaan gigi susu dan gigi permanen dibedakan berdasarkan jumlah, ukuran, bentuk, serta waktu tumbuhnya. Meskipun gigi susu akan tanggal dan digantikan gigi permanen, kebersihan dan kesehatan kedua gigi ini tetap harus diperhatikan agar mulut dapat terhindar dari berbagai penyakit. Gigi manusia akan mengalami 2 fase pertumbuhan, yaitu gigi susu dan gigi permanen. Gigi […]

  • Berapa Lama Magang LBJR 2025 dan Apa Saja Keuntungannya? Simak Informasi Berikut Ini

    Berapa Lama Magang LBJR 2025 dan Apa Saja Keuntungannya? Simak Informasi Berikut Ini

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Dheza
    • 0Komentar

    Bogorplus.id – Program Langkah Bakti Jasa Raharja (LBJR) 2025 bukan sekadar magang yang hanya melengkapi catatan di CV. LBJR 2025 sendiri memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk merasakan pengalaman kerja nyata, berinteraksi dengan tim profesional, hingga memahami mekanisme pelayanan publik secara langsung. Pendaftaran program LBJR 2025 juga telah dibuka sejak 21 Juli 2025 dan akan […]

  • Masyarakat Memilih Mudik Gunakan KRL, Tiketnya Lebih Terjangkau dan Praktis

    • calendar_month Rab, 2 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Transportasi KRL menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin bersilaturahmi mengunjungi keluarga saat libur Lebaran. Banyak orang lebih suka naik KRL karena tiketnya yang terjangkau dan praktis. Salah satu contohnya adalah Yatna, 38 tahun, yang memilih KRL sebagai moda transportasi pulang ke Bogor. Sebelumnya, Yatna dan keluarganya melakukan kunjungan ke Tanah Abang untuk bersilaturahmi dengan keluarga nenek mereka dalam rangka libur Lebaran. […]

expand_less