Krisis Kepercayaan Publik, LS Vinus Desak Reformasi Eksekutif dan Legislatif
- account_circle Sandi
- calendar_month Kam, 4 Sep 2025
- comment 0 komentar

LS Vinus saat menggelar Diskusi media. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id- Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) menilai Indonesia tengah berada dalam krisis legitimasi politik.
Kondisi ini dipicu oleh melemahnya penegakan hukum, maraknya praktik korupsi, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap eksekutif maupun legislatif.
Ketua LS Vinus, Yusfitriadi, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto harus segera mengambil langkah berani untuk memulihkan kepercayaan rakyat. Salah satunya dengan mencopot sejumlah pembantu yang dinilai gagal.
“Kita sedang mengalami krisis legitimasi. Penyebabnya ada di eksekutif maupun legislatif. Presiden Prabowo harus mencopot sejumlah pembantunya seperti Kapolri. Partai politik yang anggota DPR-nya telah melukai hati rakyat juga harus diganti,”ujarnya, Kamis (4/9).
Diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Ray Rangkuti, Badiul Hadi, dan Jeirry Sumampow.
Yusfitriadi menyoroti aksi unjuk rasa mahasiswa yang berujung ricuh serta pembakaran sejumlah kantor pemerintahan daerah sebagai tanda rakyat kehilangan kepercayaan. Ia juga menilai banyak jabatan di pemerintahan justru membebani negara.
“Jangan sampai masyarakat diminta mengencangkan ikat pinggang, tapi di pusat banyak jabatan mubazir seperti wakil menteri dan komisaris BUMN. Itu tidak mencerminkan efisiensi,” ujarnya.
Selain eksekutif, partai politik juga diminta melakukan reformasi internal. Menurutnya, parpol tidak boleh lagi mengajukan calon legislatif yang sekadar mengandalkan uang atau popularitas.
“Partai politik harus mendidik kadernya lewat sekolah partai. Jangan hanya menawarkan caleg yang tidak berkompeten. Itu pengkhianatan terhadap rakyat,” pungkasnya.
- Penulis: Sandi








