Kasus Epstein Files Viral, Indonesia Disebut dalam Jutaan Dokumen
- account_circle Abdul
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Kasus Epstein Files kembali menjadi sorotan global setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen baru yang berkaitan dengan kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein.
Dalam tahap terbaru ini, sekitar tiga juta arsip dibuka ke publik dari total enam juta dokumen yang tersimpan selama bertahun-tahun.
Rilisan tersebut kembali menyeret nama-nama besar dunia. Sejumlah tokoh internasional seperti Bill Gates, Pangeran Andrew, Elon Musk, hingga mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tercantum dalam dokumen, meski dengan konteks yang beragam.
Menariknya, Indonesia juga ikut muncul dalam ribuan arsip yang kini dapat diakses publik.
Indonesia Disebut
Dalam penelusuran dokumen Epstein Files, kata kunci “Indonesia” tercatat muncul dalam sedikitnya 902 dokumen.
Referensi tersebut mencakup berbagai bentuk administrasi, laporan keuangan, hingga artikel berita internasional yang dijadikan lampiran dalam arsip-arsip hukum Amerika Serikat.
Beberapa dokumen menyinggung Indonesia dalam konteks logistik dan transaksi administratif, seperti pengiriman barang dan invoice ke Amerika Serikat.
Namun, ada pula dokumen yang memuat laporan ekonomi dan politik, termasuk analisis lembaga keuangan global.
Salah satu yang tercantum adalah laporan JP Morgan tahun 2014 yang membahas dinamika politik Indonesia pasca-Pemilihan Presiden, ketika Joko Widodo terpilih sebagai presiden.
Dalam laporan tersebut, Indonesia digambarkan berada dalam kondisi politik yang relatif stabil dengan prospek positif terhadap reformasi pemerintahan dan iklim investasi.
Selain isu ekonomi, Indonesia juga muncul dalam dokumen yang memuat artikel keamanan regional.
Salah satunya adalah artikel Channel NewsAsia terkait aktivitas jaringan teror di Indonesia di masa pandemi COVID-19, yang dijadikan bahan rujukan dalam dokumen bertanggal Januari 2021.
Nama Indonesia juga tercatat dalam sejumlah buletin dan daily briefing internasional.
Salah satunya berasal dari publikasi The Shimon Post yang menyinggung sejarah politik Indonesia, khususnya peristiwa kejatuhan Presiden Soeharto, sebagai bahan perbandingan dengan dinamika politik di kawasan Timur Tengah.
Dalam dokumen lain yang juga termasuk dalam kumpulan Epstein Files, nama pengusaha Indonesia Hary Tanoesoedibjo tercantum dalam laporan FBI berstatus unclassified tertanggal Oktober 2020.
Laporan tersebut merupakan catatan berbasis informasi dari confidential human sources terkait dugaan pengaruh domestik dan asing terhadap proses pemilu Amerika Serikat.
Dokumen FBI tersebut menyinggung keterlibatan Hary Tanoesoedibjo dalam pengembangan hotel milik Donald Trump serta transaksi pembelian properti Trump di Beverly Hills.
Arsip itu juga mencantumkan relasi Trump dengan sejumlah figur internasional dalam konteks kepentingan politik global.
Menarik perhatian publik, beberapa dokumen Epstein Files juga mencatat adanya korespondensi antara manajer hotel di Bali dengan individu yang disebut memiliki afiliasi dengan Jeffrey Epstein.
Meski demikian, dokumen tersebut tidak menjelaskan secara rinci tujuan komunikasi maupun aktivitas yang dimaksud.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi atau pernyataan resmi dari tokoh-tokoh yang namanya tercantum dalam dokumen terkait dugaan keterlibatan langsung dalam kejahatan Epstein.
Banyak arsip dinilai hanya mencatat hubungan, referensi, atau aktivitas administratif tanpa kesimpulan hukum.
Rilisan terbaru Kasus Epstein Files ini kembali menegaskan bahwa skandal Jeffrey Epstein memiliki dampak dan jejak lintas negara.
Meski Epstein telah meninggal dunia pada 2019, dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa kasus ini masih menyisakan banyak pertanyaan dan terus menjadi perhatian publik internasional.
- Penulis: Abdul






