Kapolres Bogor Tegaskan Tak Ada Ruang Premanisme Saat Ramadan
- account_circle Sandi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id– Menyambut bulan suci Ramadan, Polres Bogor menyiapkan langkah tegas untuk menjaga keamanan wilayah.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, memastikan jajarannya akan menggelar “Patroli Sahur” berskala besar.
Hal ini dilakukan untuk menekan aksi tawuran, balap liar, hingga premanisme yang kerap muncul saat Ramadan.
Wikha menegaskan, pihaknya tidak akan memberi celah bagi pelaku kekerasan yang memanfaatkan momen Sahur On The Road (SOTR) sebagai kedok tawuran.
“Kami akan menindak tegas para pelaku kekerasan, penganiayaan, dan tawuran—khususnya kelompok yang menggunakan senjata tajam berkedok kegiatan Sahur On The Road (SOTR),”ujarnya, Selasa (17/2).
“Tidak ada ruang bagi aksi premanisme di Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Ia menjelaskan, patroli tersebut menjadi bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan selama Ramadan.
Petugas akan menyasar titik-titik rawan yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya remaja pada malam hingga dini hari.
Menurutnya, langkah preventif lebih diutamakan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sebelum berkembang menjadi tindak pidana.
“Sebagai langkah preventif, jajaran Polres Bogor secara rutin akan menggelar ‘Patroli Sahur’ berskala besar untuk menekan dan mencegah potensi tawuran remaja serta aksi balap liar,” ujarnya.
Selain penindakan, Polres Bogor juga mengajak peran aktif orang tua. Wikha mengimbau agar keluarga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari.
“Pastikan anak-anak sudah berada di rumah dan tidak terlibat dalam kegiatan yang mengganggu ketertiban umum serta berujung pada konsekuensi hukum,” katanya.
Ia menekankan, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan seluruh elemen masyarakat.
Jika warga menemukan aktivitas mencurigakan atau kerumunan remaja yang berpotensi mengganggu ketertiban, ia meminta agar segera melapor.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat melihat adanya perkumpulan remaja atau indikasi kegiatan yang mencurigakan, segera laporkan melalui Hotline Bebas Pulsa 110,” pungkasnya.
- Penulis: Sandi








