Bupati Bogor Dukung Penuh Proyek PSEL: Ubah Sampah Jadi Energi Bersih
- account_circle Sandi
- calendar_month Jum, 10 Okt 2025
- comment 0 komentar

mengikuti Rapat Koordinasi Nasional PSEL yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Selasa (9/10). Foto : Diskominfo
bogorplus.id- Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi strategis mengatasi persoalan sampah dan mendorong transisi energi bersih.
Dukungan itu ditegaskannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional PSEL yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta (9/10).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Investasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Gubernur Jawa Barat, serta sejumlah kepala daerah.
“Saya menyambut baik dan mendukung sepenuhnya inovasi ini sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong pemanfaatan energi bersih,” ujar Rudy Susmanto.
Menurut Rudy, pengelolaan sampah tidak boleh dipandang sebagai beban semata, tetapi harus dilihat sebagai peluang menciptakan energi terbarukan demi masa depan.
“Menjaga kelestarian alam bukan sekadar tanggung jawab hari ini, tetapi warisan berharga bagi anak cucu kita nanti,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, potensi lokasi PSEL di Kabupaten Bogor juga turut dipaparkan.
Rudy memastikan Pemkab Bogor siap mendukung penuh pelaksanaan proyek ini, termasuk dari sisi regulasi dan infrastruktur pendukung.
Rudy hadir dalam Rakornas PSEL didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, bersama jajaran dari Kementerian ESDM, PLN, dan para pemangku kepentingan lainnya.
“PSEL bukan hanya soal pengelolaan sampah, tapi tentang bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Rudy.
PSEL merupakan teknologi yang mengubah sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi listrik, panas, atau bahan bakar.
Proyek ini dinilai mampu mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta menghasilkan energi ramah lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai PSEL sebagai solusi konkret dalam menghadapi lonjakan sampah di wilayah perkotaan.
Terutama daerah yang memproduksi lebih dari 1.000 ton sampah per hari dan mengalami keterbatasan lahan TPA.
“Pembangunan PSEL diharapkan mampu mengatasi persoalan pengelolaan sampah, terutama di daerah dengan TPA yang sudah overload. Teknologi ini terbukti mampu mereduksi volume sampah secara signifikan dan menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hanif.
Ia menambahkan, saat ini proses percepatan tengah dilakukan agar pelaksanaan pembangunan bisa segera dimulai.
“Begitu Rancangan Peraturan Presiden tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui PSEL disahkan, pembangunan dapat langsung dilakukan,”pungkasnya.
- Penulis: Sandi


