Larangan Ngetem Dinilai Beratkan Sopir Angkot Bogor
- account_circle Sandi
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026
- comment 0 komentar

Sopir angkot Kota Bogor saat mengetem. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id– Larangan berhenti menunggu penumpang atau ngetem yang diberlakukan Pemerintah Kota Bogor menuai keluhan dari para sopir angkutan kota (angkot).
Mereka menilai kebijakan tersebut semakin mempersempit peluang mendapatkan penumpang, di tengah persaingan ketat dengan transportasi berbasis aplikasi.
Sopir angkot trayek 02 Sukasari–Terminal Bubulak, Sutanda (47), mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan operasional sejak tidak diperbolehkan mengetem.
Hingga Sabtu (24/1/2026) sore, ia hanya mendapatkan dua penumpang meski sudah berkeliling cukup lama.
“Kalau angkot tidak boleh ngetem, berat. Sekarang ada saingan transportasi online. Saya muter-muter cuma dapat dua orang, bensin sudah habis,” ujar Sutanda saat ditemui di Jalan Mayor Oking.
Menurut Sutanda, aktivitas ngetem selama ini menjadi strategi bertahan agar angkot tetap diminati masyarakat.
Terlebih, lokasi pengeteman di Jalan Mayor Oking disebutnya telah disediakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor sebagai titik resmi.
Penataan tersebut sebelumnya dilakukan untuk mengalihkan aktivitas menunggu penumpang dari Jalan Kapten Muslihat yang kerap menimbulkan kemacetan.
Namun, larangan ngetem justru membuat sopir angkot terancam merugi.
“Kalau tidak ada tempat ngetem, penghasilan habis buat bensin. Kadang setor juga nombok. Dapat dua puluh ribu dari Sukasari ke sini, itu cuma cukup bensin,” jelasnya.
Sutanda menegaskan, selama perjalanan di jalur trayek, dirinya tidak melakukan pengeteman sembarangan. Ia hanya melintas dan menaikkan penumpang ketika mendapat isyarat.
“Tidak ada ngetem di jalan, cuma lintasan saja. Kalau ada yang mau naik, kita bawa,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan sopir angkot lainnya, Sudarma (61). Ia menilai larangan ngetem menyulitkan sopir dalam menjaring penumpang, meski Dishub telah menyediakan ruang khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
“Kalau tidak ngetem memang repot. Sebenarnya boleh, tapi di tempat yang sudah ditentukan seperti ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyatakan angkot-angkot lama masih diizinkan beroperasi.
Namun, sambil menunggu terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwali), para sopir dilarang merokok di dalam angkot serta dilarang melakukan pengeteman.
- Penulis: Sandi








