Wujudkan Lansia SMART, 300 Lansia Ikuti Wisuda Sekolah Lansia di Kabupaten Bogor
- account_circle Putri
- calendar_month Kam, 18 Des 2025
- comment 0 komentar

Foto: Diskominfo
bogorplus.id – Pemkab Bogor bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Dinas Sosial, mengadakan Wisuda Sekolah Lansia se-Kabupaten Bogor di Auditorium Setda, Bogor.
Wisuda Sekolah Lansia ini dihadiri 300 wisudawan dan wisudawati, serta perwakilan berbagai instansi yang terkait.
Peserta yang hadir terdiri dari Bina Keluarga Lansia Hijaya Kusuma, Kecamatan Ciomas, sebanyak 89 peserta, Sekolah Lansia Rukun Senior Living, Kecamatan Babakan Madan sebanyak 150 peserta, Sekolah Lansia Khairul Umah, Kecamatan Sukaraya sebanyak 35 peserta, dan Sekolah Lansia Cinta Bersama, Kecamatan Rabangga sebanyak 20 peserta.
Rudy Susmanto menyampaikan, program ini diadakan sebagai bentuk pendukung bagi lansia untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Bupati Bogor tersebut juga menambahkan, lansia merupakan bagian intergral dari masyarakat dengan kontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya.
Dengan adanya program ini, adanya harapan dapat mendorong lansia menjadi sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat (SMART).
”Semoga para wisudawan dapat menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang sehat, kuat, dan sejahtera,” kata dia Kamis 18 Desember 2025.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari Indonesia Ramah Lansia Provinsi Jawa Barat, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, serta berbagai pihak lainnya.
Program ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi lansi aktif yang menuntut ilmu dan berperan penuh dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
Sussy Rahayu, selaku Kepala DP3AP2KB mengatakan, data terbaru menunjukkan jumlah populasi lansia sebanyak 20 persen terdapat harapan hidup di Kabupaten Bogor mencapai 74,47 tahun untuk pria dan 74,9 tahun untuk perempuan.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran penurunan fisik, risiko penyakit degeneratife, serta masalah psikologis sepeti kesepian dan kekurangan rasa percaya diri.
Kehadiran program ini menjadikan intervensi pemerintah daerah melalui pendidikan dan pemberdayaan keterampilan untuk meningkatkan Kesehatan, produktivitas, dan interaksi sosial lansia, intervensi inovatif pemerintah
”Melalui program ini, para lansia dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental, gizi, keterampilan, serta interaksi sosial, sehingga mereka menjadi individu tangguh, mandiri, produktif, dan bahagia di usia tua,” ujar dia.
- Penulis: Putri


