Wapada Rabies, Penyakit Anjing Gila Mematikan
- account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
- calendar_month Kam, 18 Sep 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Rabies merupakan infeksi virus yang menyerang bagian otak dan system saraf manusia. Virus rabies dinamakan Lyssavirus yang bisa menular ke manusia melalui gigitan dari hewan. Maka dari itu penyakit ini termasuk kedalam penyakit zoonosis.
Di Indonesia, penyakit ini dikenal dengan nama penyakit anjing gila karena hewan yang sering menyebabkan rabies yaitu anjing. Namun, ada banyak hewan lainnya yang dapat penyebabkan penyakit rabies seperti kucing, kelelawar, dan kera.
Hewan yang terinfeksi rabies dapat menularkan virus tersebut melalui air liur, gigitan, atau cakaran pada tubuh seseorang.
Hewan yang berisiko tinggi menularkan rabies biasanya adalah hewan liar atau hewan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.
Penyebab Rabies
Virus yang menyebar melalui liur hewan yang terinfeksi masuk ke dalam luka terbuka atau selaput lendir seperti mulut atau mata.
Semua hewan mamalia bisa menyebarkan virus rabies. Namun, hewan yang paling umum menularkan penyakit tersebut diantaranya:
- Hewan peliharaan dan ternak, yaitu kucing, sapi, anjing, musang, kambing, kuda.
- Hewan liar, yaitu kelelawar, berang-berang, rubah, monyet, rakun, sigung.
Masa Inkubasi dan Sumber Penularan
Virus yang masuk ke tubuh sampai menimbulkan gejala bervariasi. Masa inkubasi penyakit ini sekitar 3-8 minggu untuk hewan. Sementara pada manusia, masa inkubasi sekitar 2-8 minggu.
Jika virus tersebut sudah mencapai otak, mereka akan menyebar ke semua bagian neuron. virus juga akan masuk ke sel-sel limbik, hipotalamus, dan batang otak.
Setelah menyebar ke semua bagian neuron, virus rabies akan bergerak keseluruh organ dan jaringan tubuh sampai menyerang organ dan jaringan tubuh yang penting.
Faktor Risiko Rabies
- Bepergian atau tinggal di negara berkembang
- Bersentuhan dengan hewan liar yang terinfeksi
- Bekerja sebagai dokter hewan
- Bekerja di laboratorium yang rentan berkontak dengan virus
- Memiliki luka terbuka pada kulit
- Menerima transplantasi organ dari orang yang terinfeksi
Gejala Rabies
- Peningkatan suhu tubuh
- Sakit kepala
- Merasa tidak enak badan
- Rasa tidak nyaman di lokasi gigitan
Setelah beberapa hari, gejala lainnya dapat timbul, seperti:
- Kebingungan atau berperilaku agresif
- Melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata (halusinasi)
- Mulut memproduksi banyak air liur
- Kejang otot
- Kesulitan menelan dan bernapas
- Ketidakmampuan untuk bergerak (lumpuh)
Petolongan Pertama dan Pengobatan Rabies
- Jika ada luka terbuka, tekan area luka dengan kain bersih atau kasa steril.
- Bersihkan atau cuci luka gigitan atau cakaran hewan dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit.
- Kemudian oleskan cairan antiseptic yang mengandung povidone iodine atau alkohol dengan kadar 70 persen ke area luka.
- Segera ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan lebih lanjut.
- Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni


