Tenggorokan Sakit saat Menelan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
- account_circle Putri
- calendar_month Jum, 28 Nov 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Odynophagia atau tenggorokan sakit saat menelan merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Kondisi ini dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman sehingga kerap mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sakit tenggorokan saat menelan bisa disebabkan karena kondisi medis tertentu, salah satunya adalah radang amandel. Mari kenali berbagai penyebab tenggorokan sakit saat menelan dan cara mengatasi hal tersebut melalui ulasan di bawah ini.
Berbagai Penyebab Tenggorokan Sakit saat Menelan
Terdapat sejumlah kondisi yang dapat membuat seseorang mengeluhkan tenggorokan sakit untuk menelan, di antaranya adalah radang tenggorokan, kandidiasis mulut, luka di sekitar tenggorokan, penyakit asam lambung, radang amandel, dan lain sebagainya. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.
1. Radang Tenggorokan (Faringitis)
Penyebab tenggorokan sakit saat menelan yang paling sering ditemukan adalah radang tenggorokan (sore throat) atau faringitis. Radang tenggorokan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah infeksi bakteri Streptococcus, infeksi virus, ataupun reaksi alergi terhadap zat-zat tertentu dari lingkungan, seperti asap rokok, polusi udara, debu, atau serbuk sari dari tanaman.
Selain sakit tenggorokan saat menelan, faringitis biasanya juga disertai dengan gejala lainnya, seperti pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher, pembengkakan amandel, demam, dan munculnya bercak berwarna putih kekuningan di atas permukaan tenggorokan.
2. Kandidiasis Mulut (Oral Thrush)
Kandidiasis adalah kondisi medis yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Penyakit infeksi ini biasanya terjadi pada bagian tubuh yang lembap, seperti pada saluran pencernaan dan yang paling umum adalah pada rongga mulut.
Adapun sejumlah gejala umum dari kandidiasis mulut (oral thrush) adalah munculnya bercak berwarna putih atau kekuningan di rongga mulut dan tenggorokan, luka pada sudut bibir, kulit pecah-pecah di bagian sudut mulut, warna kemerahan pada mulut dan tenggorokan, dan nyeri tenggorokan saat menelan.
3. Tenggorokan Kering
Tenggorokan yang terlalu kering juga dapat menyebabkan tenggorokan sakit saat menelan. Kondisi ini kerap terjadi pada kondisi udara terlalu kering, yang membuat tenggorokan terasa kasar dan gatal.
Tenggorokan yang sangat kering akan menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman saat sedang menelan. Selain itu, tenggorokan kering juga bisa terjadi karena terlalu lama bernapas melalui mulut akibat hidung tersumbat.
4. Luka di Tenggorokan
Penyebab tenggorokan sakit saat menelan berikutnya adalah adanya luka di sekitar tenggorokan. Hal ini dapat terjadi karena seseorang mengonsumsi minuman dan makanan yang terlalu panas dan mendidih, atau tidak sengaja menelan makanan yang tajam, misalnya duri ikan.
5. Penyakit Asam Lambung
Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan salah satu penyebab tenggorokan sakit saat menelan yang umum terjadi. GERD adalah kondisi yang ditandai dengan naiknya asam lambung menuju kerongkongan sehingga bisa menimbulkan iritasi pada dinding kerongkongan. Hal inilah yang membuat penderita GERD kerap mengeluhkan rasa nyeri saat menelan.
Perlu diketahui, naiknya asam lambung ini dapat dipicu oleh berbagai kondisi, seperti stres, mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat memicu penyakit asam lambung, makan dalam porsi yang terlalu banyak, kebiasaan berbaring atau tidur setelah makan, dan lain sebagainya.
6. Radang Amandel (Tonsilitis)
Radang amandel (tonsilitis) merupakan kondisi yang terjadi ketika terdapat infeksi pada amandel, yaitu kelenjar yang terletak pada setiap sisi dari bagian belakang tenggorokan yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh dalam melawan kuman penyakit.
Adapun sejumlah gejala umum dari radang amandel adalah tenggorokan sakit untuk menelan, demam, salah satu atau kedua sisi amandel membengkak dan meradang, pembengkakan kelenjar getah bening, dan munculnya bercak putih kekuningan di sekitar amandel.
7. Difteri
Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Bakteri tersebut dapat mengeluarkan racun yang menyebabkan terbentuknya selaput putih tebal di atas permukaan dalam hidung, lidah, tenggorokan, dan saluran pernapasan lain. Karena itu, difteri dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas dan menelan.
Cara Mengatasi Tenggorokan Sakit saat Menelan
Meski biasanya tidak berbahaya, sakit tenggorokan saat menelan merupakan kondisi yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Karena itu, berikut adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi tenggorokan sakit saat menelan.
1. Berkumur dengan Air Garam
Berkumur menggunakan air garam diketahui dapat membantu membersihkan rongga mulut, meredakan peradangan dan pembengkakan pada tenggorokan, serta mengencerkan dahak di tenggorokan yang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman.
Untuk membuat larutan air garam, campurkan setengah sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat. Lalu, berkumurlah menggunakan larutan tersebut setiap 3 jam sekali atau hingga nyeri tenggorokan mereda.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Seperti yang telah dijelaskan di atas, tenggorokan kering merupakan salah satu penyebab tenggorokan sakit saat menelan yang umum terjadi. Karena itu, disarankan untuk memperbanyak minum air putih guna melembapkan tenggorokan dan membantu mengurangi rasa nyeri saat sedang menelan.
Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman hangat, seperti sup ayam, teh chamomile, teh jahe, atau teh lemon juga baik dikonsumsi untuk membantu mengencerkan lendir dan meredakan nyeri tenggorokan saat menelan. Namun hindari mengonsumsi makanan atau minuman dengan suhu yang terlalu panas karena justru dapat mengiritasi tenggorokan.
3. Mandi Air Hangat
Dahak atau lendir yang menumpuk sering kali memperburuk rasa nyeri pada tenggorokan saat sedang menelan. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya mandilah menggunakan air hangat karena uap dari air hangat dapat membantu mengencerkan lendir di dalam tenggorokan. Selain itu, mandi menggunakan air hangat juga dapat membantu mengurangi peradangan di tenggorokan yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri saat menelan.
4. Menghindari Paparan Alergen dan Menghindari Konsumsi Alkohol
Menghindari paparan zat yang dapat memicu reaksi alergi, seperti asap rokok, debu, dan serbuk sari merupakan hal yang penting dilakukan untuk mencegah memburuknya nyeri tenggorokan saat menelan.
Hal ini dapat dilakukan dengan berhenti merokok dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, penting pula untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan karena hal tersebut berisiko mengiritasi jaringan lunak di sekitar mulut dan tenggorokan.
5. Mengonsumsi Obat-obatan yang Diresepkan Dokter
Cara mengatasi tenggorokan sakit saat menelan berikutnya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Misalnya, dokter dapat meresepkan obat antibiotik apabila nyeri tenggorokan disebabkan oleh faringitis bakteri.
Untuk membantu meredakan rasa nyeri tenggorokan, dokter juga dapat merekomendasikan pasien untuk menggunakan obat kumur khusus. Selain meredakan rasa nyeri tenggorokan, obat kumur juga dapat membantu membasmi kuman yang menyebabkan infeksi pada tenggorokan.
6. Prosedur Pembedahan
Apabila sakit tenggorokan disebabkan oleh tonsilitis berulang, dokter dapat menyarankan untuk melakukan tindakan pembedahan tonsilektomi. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat amandel yang meradang.
- Penulis: Putri


