Tekan Pengangguran, Pemkab Bogor Buka 15 Angkatan Pelatihan Konten Kreator
- account_circle Sandi
- calendar_month Sel, 3 Feb 2026
- comment 0 komentar

Ilustrasi konten kreator. Foto : freepik
bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan memberikan pelatihan konten kreator bagi masyarakat.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor meyatakan, bentuk pelatihan konten kreator tersebut sebagai upaya untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
“Jadi kita kan bentuknya wirausaha sama ini ada pelatihan konten kreator sih,” kata Ketua Tim Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja, Retno Pangestuti Widianti, pada Selasa (3/2/2026).
Ia menilai, mengadakan pelatihan konten krator karena melihat banyaknya peluang kerja pada masa digitalisasi dan di luar dari sektor kerja formal.
“Pasti sekarang yang lagi rame nih, yang lagi digandungi gitu atau mungkin bisa jadi peluang nih, peluang untuk masyarakat bisa mengembangkan (potensi),” kata dia.
“Mungkin mereka yang punya kemampuan sebagai konten kreator, punya passion ke situ. Ya dikasih wadah lah, dikasih ruang lah gitu, supaya bisa lebih profesional mungkin ya,” sambungnya.
Dirinya menutur, akan mengadakan pelatihan tersebut sebanyak 15 angkatan dengan rincian satu angkatan diikuti oleh 20 orang.
“20 orang kali 15 angkatan. Pasti yang mendasari itu lah, pasti ada peluang di situ,” pungkasnya.
Sebelumnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Bogor meningkat. Pada 2024 lalu, angka TPT berada pada 7,34 persen dan pada 2025 naik menjadi 7,69 persen.
Melansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, TPT didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
TPT pada Agustus 2025 disebut memiliki pola yang hampir sama dengan Agustus 2024 lalu. SMK masih mendominasi TPT dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu, 12,72 persen.
Sementara itu, TPT paling rendah berada pada tingkat tamatan lulusan perguruan tinggi sebesar 3,90 persen.
Pada TPT tingkat lulusan SMA mengalami kenaikan sebesar 0,89 poin dengan rincian tahun 2024 sebesar 9,54 persen menjadi 10,43 persen pada 2025.
- Penulis: Sandi








