Teater Prabu dan FISIB Unpak Asah Kompetensi Teknis Lewat Workshop Produksi Pertunjukan
- account_circle Sandi
- calendar_month Ming, 16 Nov 2025
- comment 0 komentar

Teater Prabu dan FISIB Unpak Asah Kompetensi Teknis Lewat Workshop Produksi Pertunjukan. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan menggelar workshop intensif bertajuk “Pencahayaan, Tata Suara, dan Tata Panggung”.
Acara ini merupakan bagian dari program Hibah Kemendiktisaintek BIMA PISN 2025 yang berhasil diraih oleh dosen fakultas tersebut.
Ketua Teater Prabu menjelaskan, Workshop ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi teknis dan artistik para pelaku teater di lingkungan kampus.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 peserta yang terdiri dari anggota komunitas Teater Prabu dan dosen-dosen FISIB.
Dalam acara tersebut menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yaitu Dipo Krisyudhi Ono dan Ari Afriyansyah.
Para peserta mendapatkan pemaparan mendalam serta praktik langsung mengenai tiga elemen krusial dalam sebuah produksi pertunjukan.
Materi mencakup bagaimana pencahayaan dapat membangun atmosfer, tata suara memperkuat emosi, dan tata panggung menciptakan ruang penceritaan yang efektif.
“Pelatihan ini sangat kami butuhkan. Seringkali kami fokus pada akting, namun lupa bahwa elemen pencahayaan dan tata suara adalah yang menghidupkan panggung,” ujarnya, Minggu (16/11).
“Materi hari ini membuka wawasan kami untuk bisa memproduksi pertunjukan yang lebih profesional dan berkualitas ke depannya. Ini ilmu berharga yang kami dapatkan langsung dari ahlinya,” sambungnya.
Senada dengan itu, Dipo Krisyudhi Ono, M.Sn, salah satu pemateri, menekankan pentingnya sinergi artistik dalam sebuah pertunjukan.
“Tata panggung, cahaya, dan suara adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dari naskah dan aktor. Ketiganya berfungsi membangun atmosfer dan memperkuat pesan cerita,” jelasnya.
Ia melihat antusiasme peserta sangat tinggi. Menurutnya, potensi di Teater Prabu dan FISIB sangat besar, tinggal diasah dengan pengetahuan teknis yang tepat agar bisa bersaing.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik untuk kolaborasi karya pertunjukan yang lebih inovatif antara dosen dan komunitas mahasiswa di Universitas Pakuan, serta meningkatkan standar produksi teater di Kota Bogor,”pungkasnya.
- Penulis: Sandi


