Siaga Ramadhan di Tengah Cuaca Ekstrem, Perumda Tirta Kahuripan Pastikan Pasokan Air Tetap Mengalir
- account_circle Sandi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Perumda Tirta Kahuripan Pastikan Pasokan Air Tetap Mengalir. Foto : perumda
bogorplus.id– Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan di Kabupaten Bogor tetap aman dan maksimal.
Meski wilayah Kabupaten Bogor masih berstatus siaga cuaca ekstrem hingga Maret 2026, perusahaan daerah ini menegaskan kesiapan teknis dan pelayanan tetap berjalan optimal selama bulan puasa.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, menyatakan seluruh pegawai berkomitmen memberikan pelayanan responsif, mulai dari petugas loket hingga Tim Reaksi Cepat yang siaga 24 jam menangani gangguan pengaliran.
“Pelayanan loket pembayaran buka dari jam 08.00 hingga 12.00 WIB bagi pelanggan yang ingin membayar langsung. Untuk pelayanan pengaduan, kami buka dari jam 08.00 sampai 13.30 WIB. Di luar jam tersebut, pelanggan tidak perlu khawatir karena bisa menggunakan aplikasi MyKahuripan yang lebih mudah dan cepat,” tegas Abdul Somad.
Secara internal, manajemen telah menggelar rapat koordinasi untuk memetakan potensi risiko selama Ramadhan, terutama akibat cuaca ekstrem.
Ancaman longsor yang dapat memutus jaringan pipa, banjir bandang yang merendam instalasi pengolahan air, hingga meningkatnya kekeruhan sungai menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas produksi air bersih.
Produksi air bersih sangat bergantung pada kondisi sungai sebagai sumber air baku. Setiap perubahan kualitas dan kuantitas air secara langsung memengaruhi proses pengolahan.
Ketika tingkat kekeruhan dan debit air melampaui ambang batas desain instalasi, petugas harus meningkatkan dosis bahan kimia serta memperpanjang waktu pengendapan.
Dalam kondisi ekstrem, perusahaan bahkan terpaksa menurunkan kapasitas produksi demi menjaga mutu air tetap sesuai standar kesehatan.
“Oleh sebab itu, kami mohon pengertian pelanggan jika terjadi gangguan pengaliran akibat faktor alam seperti longsor yang merusak pipa atau kondisi air baku sungai yang tidak dapat diolah. Kami juga mengajak pelanggan membiasakan menampung air di toren atau bak sebagai cadangan sementara tim teknis kami melakukan normalisasi,” ujarnya.
Dengan langkah antisipatif ini, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berharap masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih yang andal sehingga dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang dan khusyuk, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan air.
- Penulis: Sandi








