Shalat Tarawih: Niat, Rakaat, Hukum, dan Artinya
- account_circle Putri
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Memasuki bulan Ramadhan, shalat Tarawih menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan di bulan suci ini. Shalat Tarawih bisa dilakukan secara berjamaah maupun di rumah. Terdapat dasar anjuran shalat Tarawih dalam hadits Nabi berikut:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
Artinya: Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘Alaih)
Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim (VI/39) menjelaskan, shalat yang dimaksud hadits tersebut merupakan shalat Tarawih. Berdasarkan hadits itu, mayoritas ulama sepakat bahwa hukum shalat Tarawih adalah sunnah.
Mayoritas ulama Madzhab Syafi’i berpendapat, jumlah rakaan shalat Tarawih adalah 20 rakaat (dengan sepuluh salam). Pendapat ini berlandaskan sabda Rasulullah berikut:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ جَمَاعَةٍ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ
Artinya: Sungguh Nabi Muhammad saw melakukan shalat di bulan Ramadhan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) shalat witir. (HR Al-Baihaqi)
Membaca niat merupakan salah satu rukun shalat Tarawih. Berikut bacaan niat shalat Tarawih, baik untuk imam, makmum, atau shalat sendiri:
1. Lafal niat shalat tarawih sebagai imam.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah swt.
2. Lafal niat shalat tarawih sebagai makmum.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.
3. Lafal niat shalat tarawih secara infirad atau sendiri.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.
- Penulis: Putri








