Seragam MBG Jadi Polemik, Baju Scrub Medis Dipakai di Dapur Umum
- account_circle Abdul
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Penggunaan seragam operasional dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menuai perbincangan hangat di media sosial. Bukan soal menu atau kualitas makanan, melainkan pakaian yang dikenakan para petugas dapurnya.
Sejumlah pegawai terlihat menggunakan baju scrub pakaian yang selama ini identik dengan tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat.
Penampilan tersebut langsung memantik diskusi luas, terutama dari kalangan medis. Banyak yang menilai bahwa scrub bukan sekadar seragam kerja biasa, melainkan memiliki makna profesional dan simbol perjuangan tersendiri.
Suara Keberatan dari Kalangan Medis
Reaksi tegas datang dari dr. Rinal Dhuhri yang menyampaikan pandangannya melalui media sosial.
Ia menyoroti bahwa pemilihan baju scrub untuk aktivitas memasak dinilai kurang tepat.
“Mohon maaf ya rekan-rekan, sepertinya belum cocok ya,” tulis dr. Rinal dalam keterangan videonya.
Ia menegaskan bahwa keberatannya bukan bermaksud melarang, melainkan mengingatkan soal konteks penggunaan.
“Bukan melarang, tapi belum cocok. Karena pakaian scrub identik dengan kita para dokter. Kuliah cukup lama dengan susah payah, dengan biaya yang cukup besar. Kenapa kalian tidak pakai baju koki saja untuk masak?” ujarnya dalam narasi yang beredar.
Pernyataan tersebut mencerminkan kegelisahan sebagian nakes yang merasa identitas profesi mereka melekat kuat pada penggunaan scrub medis.
Kekhawatiran Soal “Marwah” Profesi
Kritik serupa juga disampaikan oleh akun TikTok @anggapermana_494. Dalam unggahannya, ia menilai penggunaan scrub di dapur umum berpotensi mengaburkan nilai simbolis pakaian medis.
“Sudah tidak ada marwahnya scrub medis, sudah dipakai untuk proses memasak di MBG,” tulisnya dalam video yang memperlihatkan petugas dapur mengenakan scrub berwarna biru.
Bagi sebagian tenaga kesehatan, scrub bukan hanya pakaian kerja, tetapi bagian dari identitas profesional yang diperoleh melalui pendidikan panjang dan tanggung jawab besar di dunia medis.
Perbincangan kemudian melebar ke aspek fungsional. Sejumlah netizen berpendapat bahwa secara teknis, pakaian koki seperti chef jacket atau apron memang lebih dirancang untuk kebutuhan dapur mulai dari perlindungan terhadap panas hingga noda minyak.
Selain itu, ada kekhawatiran munculnya salah persepsi di masyarakat. Penggunaan scrub di luar fasilitas kesehatan dikhawatirkan dapat membuat publik keliru mengasosiasikan profesi atau fungsi seseorang hanya dari seragam yang dikenakan.
Namun di sisi lain, ada pula yang mencoba melihat dari sudut pandang berbeda. Beberapa warganet menduga pemilihan scrub mungkin didasari alasan praktis mudah didapat, nyaman dipakai, serta memberi kesan higienis dan bersih.
Meski demikian, pertimbangan etika profesi dinilai tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan sensitivitas di kalangan tertentu.
Hingga kabar ini beredar luas, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak penyelenggara program MBG mengenai alasan pemilihan scrub sebagai seragam operasional petugas dapur.
- Penulis: Abdul








