Sekolah Rakyat Jadi Senjata Prabowo Tekan Kemiskinan
- account_circle Sandi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id– Pemerintah menyiapkan Sekolah Rakyat sebagai strategi besar pengentasan kemiskinan nasional.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini tak sekadar membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga memberdayakan orang tua agar keluar dari jerat kemiskinan secara berkelanjutan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, Sekolah Rakyat dirancang sebagai model terpadu yang menjadikan pendidikan sebagai pintu masuk utama pengentasan kemiskinan.
Hal itu ia sampaikan saat meninjau persiapan peresmian Sekolah Rakyat rintisan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1).
“Yang diundang besok bukan hanya siswa, tetapi juga orang tua. Karena Sekolah Rakyat memang bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujar Saifullah Yusuf.
Menurut dia, pendekatan Sekolah Rakyat menggabungkan pendidikan anak dengan peningkatan kapasitas ekonomi keluarga.
Anak-anak mendapatkan pendidikan berkualitas, sementara orang tua dibekali berbagai program pemberdayaan.
“Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas. Pendekatannya memang pengentasan kemiskinan,” katanya.
Saifullah menjelaskan, Sekolah Rakyat menjadi pusat integrasi sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Program itu meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Tiga Juta Rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JKN, hingga bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
“Rumah siswa nanti akan dibantu, orang tuanya menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, mendapat bantuan sosial sesuai periode, memperoleh makan bergizi dan layanan cek kesehatan,” jelasnya.
Langkah ini dinilai mendesak mengingat data terbaru menunjukkan angka kemiskinan nasional masih cukup tinggi.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo sebelumnya mengungkapkan, sekitar 8,57 persen atau 24 juta penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Bahkan 1,13 persen atau sekitar 3,17 juta jiwa masuk kategori miskin ekstrem.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki bekal pendidikan, kesehatan, dan karakter yang kuat agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan data Kementerian Sosial, hingga 2025 pemerintah telah membangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan di berbagai daerah.
Sekolah-sekolah ini menampung sekitar 16.000 siswa, didukung 2.400 guru serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Pemerintah menjadwalkan peresmian ratusan Sekolah Rakyat rintisan tersebut pada Senin, 12 Januari 2026.
Acara akan digelar terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.
- Penulis: Sandi


