Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Nama Indonesia: Dari Dwipantara hingga Resmi Menjadi NKRI

  • account_circle Putri
  • calendar_month Rab, 3 Des 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.idPemilihan ‘Indonesia’ sebagai nama negara memiliki sejarah panjang, sebelum akhirnya resmi digunakan saat proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Nama Indonesia resmi digunakan sebagai nama negara ketika proklamasi kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945. Sejak itu, wilayah ini bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelum nama Indonesia digunakan sebagai nama negara, terdapat sejumlah penamaan diberikan untuk Indonesia, mulai dari Dwipantara, Hindia Timur, hingga To-Indo.

Nama Nusantara juga pernah diberikan kepada Indonesia yang berasal dari bahasa Sanskerta. Saat Kerajaan Majapahit runtuh, Nusantara sempat tidak terdengar, hingga kembali dimunculkan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Sejarah nama Indonesia

Dikutip dari laman Indonesiabaik, Nama “Indonesia” pertama kali muncul di tahun 1850, di sebuah majalah ilmiah tahunan, “Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA)”, yang terbit di Singapura. Penemunya adalah dua orang Inggris, yakni James Richardson Logan dan George Samuel Windsor Earl.

Kala itu, Hindia (nama wilayah Indonesia saat itu) sering tertukar dengan nama tempat lain. James Richardson Logan dan George Samuel Windsor Earl pun berpikir daerah jajahan Belanda ini perlu diberi nama tersendiri.

Earl mengusulkan dua nama Indunesia atau Malayunesia. Earl sendiri memilih Malayunesia. Sementara Logan yang memilih nama Indunesia. Lalu, Logan mengganti huruf “u” dari nama tersebut menjadi “o”, jadilah Indonesia.

Nama Indonesia lalu dipopulerkan oleh etnolog Jerman, Adolf Bastian melalui bukunya, “Indonesien Oder Die Inseln Des Malayischen Archipels dan Die Volkev des Ostl Asien (1884).”

Pada 1924, pemakaian nama Indonesia dimulai dengan terbitnya koran Indonesia Merdeka milik Perhimpunan Indonesia.

Kemudian penggunaan secara nasional bersama-sama terucap dalam ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 hingga akhirnya resmi bernama Indonesia melalui Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Nama Indonesia sebelum merdeka

Setiap bangsa memiliki sejarahnya sendiri, begitu juga dengan bangsa dan negara Indonesia. Sebelum nama Indonesia digunakan, telah terjadi banyak peristiwa bersejarah dan penamaan untuk Indonesia.

Berikut ini nama-nama Indonesia sebelum merdeka yang juga menjadi cikal bakal atau asal-usul penamaan Indonesia, seperti dikutip dari buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik sampai Kontemporer dan sumber lainnya.

1. Dwipantara

Sekitar tahun 78 Masehi, Indonesia pernah dikenal dengan nama Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang). Nama Dwipantara berasal dari bahasa Sanskerta, yaknidwipaberarti pulau dan “antaraberarti luar atau seberang.

Nama Dwipantara dikenal oleh bangsa India dan sering digunakan dalam naskah kuno untuk menggambarkan kepulauan Indonesia yang terletak di antara dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Nama Dwipantara pernah disebutkan dalam kisah Ramayana yang saat itu menceritakan pencarian Sinta (istri Rama) yang diculik oleh Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Meskipun nama Dwipantara tidak sepopuler Nusantara, tetapi istilah ini masih muncul dalam berbagai literatur klasik. Nama Dwipantara diyakini sebagai asal-usul lahirnya istilah Nusantara.

2. Nusantara

Indonesia pernah dikenal dengan nama Nusantara yang diambil dari bahasa Sanskerta yang berartikepulauan“. Kata Nusantara pertama kali digunakan dalam naskah kuno zaman Majapahit yang merujuk pada wilayah-wilayah di luar Jawa dan menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Majapahit.

Namun sejak Kerajaan Majapahit runtuh, nama Nusantara sudah tidak terdengar. Pada 1920-an nama ini kembali dimunculkan oleh Ki Hadjar Dewantara.

3. Hindia Timur

Istilah Hindia Timur digunakan pada masa penjajahan bangsa Eropa terutama Belanda dan Portugis untuk merujuk menyebut wilayah di Asia Tenggara.

Ketika sampai di kepulauan Nusantara, orang Eropa juga menyebutnya sebagai Hindia Timur. Penyebutan ini digunakan untuk membedakan wilayah ini dari Hindia Barat yang mengacu pada Kepulauan Karibia.

Selain itu, nama Hindia Timur dipilih untuk menunjukkan pandangan Eropa tentang kepulauan yang kaya akan rempah-rempah dan menjadi tujuan perdagangan yang penting pada masanya.

4. Hindia-Belanda

Hindia-Belanda (Nederlandsch-Indie), merupakan nama resmi yang digunakan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk wilayah Indonesia selama masa penjajahan mereka.

Nama Hindia-Belanda menggambarkan status Indonesia yang di bawah kekuasaan Belanda dari abad ke-17 hingga awal abad ke-20. Pada masa penjajahan, pemerintah kolonial Belanda menggunakan nama ini dalam semua urusan resmi dan administrasi.

5. To-Indo

To-Indo (Hindia-Timur) adalah nama yang disematkan oleh Pemerintah Jepang untuk menyebut Indonesia pada masa penjajahannya yaitu tahun 1942-1945. Nama ini digunakan secara resmi oleh pemerintah Jepang hingga Indonesia merdeka.

Sampai akhirnya nama Indonesia terlahir dan resmi digunakan sebagai nama negara ketika proklamasi kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Demikian sejarah nama Indonesia dan asal usulnya yang dapat dipelajari kita sebagai bangsa Indonesia. Semoga bermanfaat.

  • Penulis: Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ciampea Bogor Tempat Wisata dengan Nuansa Petualangan

    Ciampea Bogor Tempat Wisata dengan Nuansa Petualangan

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Jika menjelajah masih menjadi salah satu keinginan, Ciampea di Bogor bisa menjadi destinasi untuk para petualang yang tinggal di Jabotabek dan kota-kota sekitarnya. Jarak yang relatif dekat memudahkan masyarakat urban untuk mengunjungi lokasi ini pada akhir pekan. Terdapat tiga area menarik untuk aktivitas petualangan di wilayah ini. Ada Sungai Cisadane untuk penggemar arung […]

  • Bupati dan Wali Kota Bogor Sepakati Kerja Sama Pengelolaan Sampah TPAS Galuga

    Bupati dan Wali Kota Bogor Sepakati Kerja Sama Pengelolaan Sampah TPAS Galuga

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Bupatu Bogor, Rudy Susmanto, bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, yang berlangsung di Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Parung, Selasa (23/12/25). Rudy Susmanto mengatakan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi langkah strategis […]

  • Universitas Indonesia Umumkan akan Perbaiki Nasib Disertasi Doktoral Bahlil Lahadalia

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Universitas Indonesia (UI) baru-bari ini mengumumkan keputusan mengenai nasib disertasi doktoral dan gelar doktor yang diberikan kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, serta pihak-pihak terkait. Bagi Bahlil, dia yang sebelumnya gelar doktornya telah ditangguhkan, diminta untuk memperbaiki disertasinya. Rektor UI Prof Heri Hermansyah dalam konferensi pers di kampus UI Salemba,  Jakarta Pusat, Jumat (7/2), menyatakan, “Memutuskan untuk melakukan […]

  • Siswa SD Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi Raih Medali Perak di InYSIA 2025

    Siswa SD Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi  Raih Medali Perak di InYSIA 2025

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Prestasi membanggakan kembali diraih siswa-siswi SD Islam Al azhar BSD@Cileungsi setelah berhasil membawa pulang mendali perak dalam ajang Indonesia Young Scientist and Inventors Award (InYSIA) 2025 di FMIPA Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat inovasi dan kemampuan berpikir ilmiah dapat tumbuh kuat sejak bangku sekolah dasar. Tiga siswa berprestasi […]

  • Prabowo Memilih Cak Imin Mewakilinya Dalam Pelantikan Paus Leo XIV

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Presiden Prabowo Subianto telah megirim Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), untuk mewakili dalam pelantikan Paus Leo XIV. Cak ini direncanakan berangkat ke Vatikan malam ini. “Malam ini saya bertolak menuju Vatikan untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV pada hari Minggu,” ungkap Cak Imin kepada para jurnalis, Jumat (16/5/2025). […]

  • Bupati Bogor Ajak Warga Jabotabek datang ke Wisata Puncak saat Libur Lebaran

    • calendar_month Sel, 1 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar
expand_less