Satu Tahun Kepemimpinan Dedie–Jenal, Indikator Pembangunan Kota Bogor Tunjukkan Tren Positif
- account_circle Putri
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Foto: Sekar Andini
bogorplus.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyebut beberapa indikator pembangunan di Kota Bogor menandakan tren positif selama tahun pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota bogor, Jenal Mutaqin.
Dedie Rachim mengatakan, sejumlah capaian kinerja yang sukses diraih Pemerintah kota (Pemkot) Bogor di Bawah kepemimpinannya mencakup, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan tingkat inflasi, hingga berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran.
Dedie menambahkan, dalam kenaikan IPM, Bersamaan juga dengan meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerintah daerah untuk meneruskan berbagai program pembangunan.
“Dari berbagai indikator, mulai dari indeks pembangunan manusia, tingkat inflasi, kemudian juga penurunan kemiskinan, tingkat pengangguran, dan lain sebagainya menunjukkan ada progres ke arah positif,” kata Dedie, Minggu (22/2/2026).
Selain itu, Dedie juga menyoroti pentingnya antisipasi terhadap dinamika geopolitik global, yang berdampak ketahanan pangan. Ia menilai, ketergantungan impor harus seimbang dengan penguatan produksi pangan lokal.
Menurut Dedie, Pemkot Bogor juga akan memprioritaskan pembukaan lapangan kerja baru yang didukung kemudahan perizinan bagi pelaku usaha, dan prioritas bagi warga asli Kota Bogor.
“Peningkatan lowongan pekerjaan harus diikuti dengan kemudahan perizinan. Jadi memang saling berkaitan satu sama lain,” jelasnya.
Dalam bidang transportasi, Dedie menginformasikan bahwa layanan BisKita Trans Pakuan telah kembali aktif dan diharapkan dapat beroperasi terus menerus hingga tahun 2027. Pemerintah Kota Bogor juga sedang mempersiapkan sistem transportasi terintegrasi sesuai dengan rencana pengembangan jaringan LRT yang akan menghubungkan Bogor hingga Kereta Listrik Trem.
Di sektor lingkungan, Pemkot Bogor juga melanjutkan inisiatif pengelolaan sampah melalui proyek Waste to Energy (WTE) yang telah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat. Saat ini, pemkot juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk pembangunan Pembangkit Sampah Melalui Energi Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Galuga.
Dalam bidang kesehatan, Pemkot Bogor telah meluncurkan layanan Public Safety Center (PSC) untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan darurat dan rujukan rumah sakit secara lebih efisien.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu lagi semuanya pergi ke RSUD, karena pasien akan dialokasikan ke rumah sakit yang sudah siap dalam hal ketersediaan tempat tidur, dokter, dan penanganan.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah juga meresmikan beberapa sekolah dan berencana untuk menambah fasilitas pendidikan, termasuk pembangunan sekolah tingkat SMA berkolaborasi dengan pemerintah provinsi.
“Ini baru tahun pertama dan ada rencana kegiatan yang akan mengakselerasi penurunan kemiskinan, peningkatan kesehatan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan sosial,” ujarnya.
Meski demikian, Dedie mengakui selama setahun terakhir pemerintah daerah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat serta perubahan alokasi transfer daerah yang mencapai sekitar Rp300 miliar.
Namun, ia menilai tantangan tersebut harus dijawab dengan optimisme dan kolaborasi lintas sektor.
Dedie juga menekankan pentingnya integrasi data bantuan sosial agar berbagai program pemerintah dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Namun, Dedie menyadari bahwa selama tahun lalu, pemerintah daerah menghadapi beberapa tantangan, termasuk kebijakan penghematan anggaran dari pemerintah pusat serta perubahan dalam alokasi transfer daerah yang mencapai sekitar Rp300 miliar.
Meskipun demikian, ia percaya bahwa tantangan-tantangan tersebut perlu dihadapi dengan sikap optimis dan kolaborasi antarsektor.
Dedie juga menekankan pentingnya pengintegrasian data bantuan sosial agar berbagai program pemerintah dapat tepat sasaran dan memberi dampak yang signifikan bagi masyarakat.
“Kami ingin kalau datanya valid, satu keluarga bisa menerima intervensi program secara terpadu sehingga dalam kurun waktu tertentu bisa bergraduasi dari prasejahtera menjadi sejahtera,” katanya.
Dedie menambahkan bahwa semangat kerja di kalangan seluruh aparat pemerintahan daerah perlu terus ditingkatkan karena masa kepemimpinannya baru memasuki tahun pertama.
Responnya terhadap kritik dari masyarakat mengenai kinerja Pemerintah Kota Bogor, Dedie menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap masukan yang bersifat konstruktif.
“Kami sangat terbuka dengan kritik. Itu menjadi pemicu untuk kami Pemkot Bogor memperbaiki diri dan bekerja lebih baik lagi untuk seluruh masyarakat Kota Bogor,” katanya.
- Penulis: Putri








