Breaking News
light_mode
Trending Tags

Saksi Sidang Hasto Mengaku Pernah Diminta Bagikan Uang Rp 850 Juta dari Harun Masiku

  • account_circle Tim Bogor Plus
  • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Seorang saksi bernama Patrick Gerard Masoko, yang akrab disapa Geri, mengaku pernah diminta oleh mantan kader PDIP, Saeful Bahri, untuk bertemu dengan Harun Masiku sebelum kasus dugaan suap mulai mencuat.

Geri mengungkapkan bahwa ia diminta oleh Saeful untuk mengambil sebuah koper yang berisi uang sebesar Rp 850 juta dan membagikan uang tersebut kepada beberapa pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Geri saat dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR untuk Harun Masiku dan juga perintangan penyidikan dengan terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada hari Jumat, 25 April 2025.

Geri menjelaskan bahwa pada 23 Desember 2019, ia ditelepon oleh Saeful yang memintanya untuk membantu menemuinya di rumah aspirasi di Jalan Sutan Syahrir, dengan alasan untuk mengambil uang.

“Waktu saya tanggal 23 (Desember 2019) pagi itu, ditelepon saudara Saeful untuk membantu dia. Minta tolong saya, minta tolong ke daerah Menteng ke rumah aspirasi itu, Jalan Sutan Syahrir itu untuk ketemu Harun katanya. Katanya mau ambil uang,” ungkap Geri.

Saat tiba di rumah aspirasi, Geri menyebutkan bahwa Harun tidak ada di tempat. Saeful kemudian memintanya untuk mengambil koper berisi uang tersebut dari seorang staf Hasto bernama Kusnadi.

“Menurut informasi dari Pak Saeful koper tersebut dititipkan ke Pak Kusnadi, di situ saya ambil ke Pak Kusnadi,” jelas  Geri.

“Koper itu isinya apa setahu saksi?” tanya jaksa. Geri menjawab, “Dari informasi Pak Saeful isinya uang pak.”

Setelah pengambilan koper dari Kusnadi, jaksa kemudian meminta Geri menceritakan apa yang terjadi selanjutnya.

“Saya ambilnya ke Pak Kusnadi, jadi waktu saya datang ke rumah itu, Pak, Pak Harun sudah nggak ada,” kata Geri.

Jaksa kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Geri yang menyebutkan jumlah uang dalam koper tersebut adalah Rp 850 juta.

“Izin majelis, ini masih di BAP 16 ya detailnya saksi di poin ke 4, ‘setelah dihitung uang dalam koper tersebut berjumlah Rp 850 juta dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Kemudian saya menghubungi saudara Saeful dan menyampaikan, mas jumlahnya Rp 850 (juta), saudara Saeful menyampaikan, ya udah simpan dulu nunggu arahan yang tadi saya sampaikan ya’,” jelas jaksa sambil membacakan BAP.

“Betul,” jawab Geri.

BAP tersebut juga mencatat perintah Saeful untuk membagikan uang Rp 850 juta tersebut. Uang itu akan dibagikan sebagai berikut: Rp 170 juta untuk pengacara sekaligus tersangka kasus suap Harun Masiku, Donny Tri Istiqomah, Rp 2 juta untuk Geri, dan sisanya untuk diserahkan kepada Saeful di rumahnya.

“Izin majelis ini masih di BAP 16 di poin 5, ‘Selanjutnya sekitar pukul 17.00 WIB saudara Saeful menghubungi saya kembali dan menyampaikan, Ger diantar ke rumah saya ketemu Pak Ilham, dan saya jawab, iya mas. Dan kemudian saudara Saeful menyampaikan uangnya kamu sisihin Rp 170 juta untuk Mas Donny, Rp 2 juta untuk kamu, dan sisanya semuanya kasih ke Pak Ilham’. Sejauh ini yang saya bacakan apakah demikian?” lanjut jaksa.

“Iya betul, kurang lebih seperti itu,” jawab Geri lagi untuk mengonfirmasi.

Jaksa melanjutkan pembacaan BAP, yang juga menjelaskan bahwa uang Rp 170 juta untuk Donny dimasukkan ke dalam tas plastik.

Geri kemudian mengikuti petunjuk Saeful mengenai pembagian uang tersebut. Dia datang ke rumah Saeful dan menyerahkan koper berisi uang itu kepada sopir pribadi Saeful, Ilham.

“Izin penegasan majelis di BAP saksi di poin 6, ‘kemudian saya berangkat dan tiba di rumah Saeful sekitar pukul 19.00 WIB dan bertemu dengan Ilham sopir Saeful dan saya menyampaikan, ini ada titipan Pak Saeful, dan dijawab, oh ya udah, setelah itu saya video call dengan Saeful menyampaikan, mas ini sudah saya serahkan ke Pak Ilham ya, dijawab, ya sudah Ger’. Apakah demikian, video call ya?” tanya jaksa.

“Betul,” jawab Geri.

Setelah itu, Geri menuju Kantor DPP PDIP untuk menyerahkan uang sejumlah Rp 170 juta yang merupakan bagian Donny. Dia menjelaskan bahwa penyerahan itu dilakukan di area parkir basement Kantor DPP PDIP.

“Sudah saya ketemu Pak Donny saya kasih yang uang sejumlah tersebut, sudah saya balik pak,” jelas Geri.

Sebelumnya, KPK mendakwa Hasto telah merintangi penyidikan dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Harun Masiku. Hasto disebut bertanggung jawab dalam upaya menghalangi KPK menangkap Harun Masiku, yang telah menjadi buron sejak 2020.

“Dengan sengaja telah melakukan perbuatan mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan terhadap Tersangka Harun Masiku,” ungkap jaksa saat membacakan dakwaan di sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Selain itu, Hasto juga didakwa melakukan suap kepada mantan komisioner KPU, Wahyu Setiawan, sebesar Rp 600 juta. Jaksa menyatakan bahwa suap tersebut diberikan agar Wahyu Setiawan mengurus penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 terkait Harun Masiku.

Hasto didakwa melakukan suap secara bersama-sama dengan orang-orang kepercayaannya, Donny Tri Istiqomah dan Saeful Bahri, serta Harun Masiku. Saat ini, Donny sudah ditetapkan sebagai tersangka, Saeful Bahri telah divonis bersalah, sedangkan Harun Masiku masih buron.

“Memberi atau menjanjikan sesuatu, yaitu Terdakwa bersama-sama Donny Tri Istiqomah, Saeful Bahri, dan Harun Masiku telah memberi uang sejumlah SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara, yaitu kepada Wahyu Setiawan selaku anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) periode 2017-2022,” kata jaksa pada Jumat (14/3).

Menyikapi hal tersebut, Politikus PDIP Guntur Romli menjelaskan bahwa Geri bukanlah staf di Kantor PDIP. Dia menyebutkan bahwa Geri adalah teman dari Saeful Bahri.

“Saudara Patrick Gerard Masoko alias Geri bukan staf Kantor PDI Perjuangan. Geri dihadirkan oleh JPU KPK juga sebagai pihak swasta. Geri merupakan teman dari Saeful Bahri bukan Staf Kantor DPP PDI Perjuangan,” ungkap Guntur.

  • Penulis: Tim Bogor Plus

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabupaten Bogor Tata Ulang Batas Wilayah, Usung Nuansa Kerajaan Sunda 

    Kabupaten Bogor Tata Ulang Batas Wilayah, Usung Nuansa Kerajaan Sunda 

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan langkah strategis untuk menata ulang batas wilayahnya. Proses ini menjadi tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang disampaikan saat menghadiri Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 di Kabupaten Bogor. Penataan itu mencakup batas-batas administratif desa, kecamatan, hingga perbatasan paling ujung di sisi timur, barat, selatan, dan […]

  • Presiden Prabowo Datang Melayat Jenazah Eddie Nalapraya

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengunjungi rumah duka mantan Wakil Gubernur Jakarta dari tahun 1984 hingga 1987, yang juga merupakan mantan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Eddie Marjoeki Nalapraya. Prabowo datang dengan mengenakan pakaian safari berwarna krem. Prabow tiba sekitar pukul 15.43 WIB. Ia didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito […]

  • 5 Kuliner Hidden Gem di Semarang, Enaknya Bikin Nagih

    5 Kuliner Hidden Gem di Semarang, Enaknya Bikin Nagih

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Semarang terkenal dengan wisata bangunan bersejarah dan kulinernya. Wisatawan yang berkunjung biasanya tidak akan melewatkan berburu kuliner khas Semarah ini, mulai dari lumpia, babat gongsi, sampai tahu pong. Tidak hanya itu, kuliner di Semarang masih sangat beragam dan patutu di cicipi. Berikut deretan kuliner hiddengem di Semarang. 1. Gado-Gado dan Es Pankuk Pak […]

  • Nusron Wahid Sarankan Warga Urus Sertifikat Tanah yang Terbit Sebelum 1997

    • calendar_month Jum, 4 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyampaikan bahwa masih banyak sertifikat lama yang bergambar bola dunia yang belum dilengkapi dengan peta kadastral. Oleh karena itu, pemilik sertifikat tanah yang diterbitkan sebelum tahun 1997 diimbau untuk memeriksa sertifikat mereka di Kantor Pertanahan (Kantah) setempat. Menurut Menteri Nusron, terdapat sekitar […]

  • Pemkab Bogor Genjot Penataan Perumahan Terpadu, Fokus Data dan Kolaborasi Lintas Sektor

    Pemkab Bogor Genjot Penataan Perumahan Terpadu, Fokus Data dan Kolaborasi Lintas Sektor

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menata ulang strategi pembangunan perumahan dan kawasan permukiman secara lebih terpadu dan berkelanjutan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kawasan hunian ideal di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Penguatan Basis Data Kelompok Kerja Penyelenggaraan Perumahan dan […]

  • Rayakan Ramadhan, Masjid Istiqlal Sediakan 4000 Box Makanan Setiap Hari

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Rayakan Ramadhan, Masjid Istiqlal menyiapkan 4.000 box makanan gratis untuk sahur dan buka puasa pada saat bulan Ramadhan 1446 Hijriah atau 2025. Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara yang terletak di pusat ibukota Jakarta. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno pada Desember 1954, dengan Ketua […]

expand_less