Reses Bersama PIRA Bogor, Marlyn Sampaikan Pentingnya Kemandirian Ekonomi dan Asta Cita Presiden Prabowo
- account_circle Abdul
- calendar_month Sen, 6 Okt 2025
- comment 0 komentar

Bogorplus.id – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Marlyn Maisarah, menegaskan pentingnya penguatan peran Perempuan Indonesia Raya (PIRA) dalam pembangunan ekonomi masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.
Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan Kegiatan Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026 bersama PIRA Kabupaten Bogor yang digelar di Aula DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor, Senin (6/10/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PIRA Kabupaten Bogor Dra. Sri Winarsih, Ketua Dewan Penasehat PIRA Hj. Ery Ariany Sunarya, serta jajaran pengurus PIRA se-Kabupaten Bogor, termasuk Ketua PAC PIRA dari berbagai kecamatan.
Dalam sambutannya, Sri Winarsih menyoroti sejarah dan kiprah PIRA Kabupaten Bogor yang selama ini aktif menjalankan berbagai program sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami sudah banyak bergerak membantu warga, mulai dari pengurusan BPJS bagi masyarakat tidak mampu, membantu administrasi rumah sakit, hingga pemberdayaan UMKM, pendidikan, dan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berbagai program tersebut telah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan dukungan, terutama dalam hal akses permodalan dan pelatihan peningkatan kapasitas usaha bagi pelaku UMKM binaan.
Sementara itu, Marlyn Maisarah mengapresiasi kiprah PIRA Kabupaten Bogor dan mengajak seluruh kader agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta peka terhadap dinamika bangsa. Menurutnya, kader PIRA harus menjadi bagian penting dalam menyukseskan agenda besar pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang tertuang dalam Astha Cita.
“Kita harus bangga memiliki Presiden yang disegani di panggung dunia. Sebagai kader Gerindra, kita wajib mendukung dan mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Marlyn.
Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, Marlyn mendorong PIRA untuk terus mengembangkan inisiatif kemandirian ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan. Salah satu langkah konkret yang diusulkannya adalah pemanfaatan limbah organik dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diolah menjadi pupuk organik atau bahan budidaya maggot.
Menurutnya, inovasi sederhana namun bernilai ekonomi tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume limbah organik harian, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat serta dapat menjadi sumber pendapatan bagi organisasi.
“Limbah dapur dari program MBG bisa dimanfaatkan kembali. Dengan pengolahan yang tepat, sisa makanan dapat diubah menjadi pupuk organik atau dikembangkan menjadi budidaya maggot bernilai jual tinggi. Inisiatif ini juga sejalan dengan semangat ekonomi sirkular yang kini semakin banyak diterapkan,” jelas Marlyn.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh kader PIRA untuk bergabung menjadi anggota koperasi Desa Merah Putih di wilayah masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi gotong royong dan penguatan kapasitas perempuan pelaku usaha kecil.
“PIRA harus menjadi motor penggerak ekonomi di akar rumput. Kemandirian ekonomi bukan hanya memperkuat organisasi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, Yanti Jumiyanti, Ketua PAC PIRA Cibinong, berbagi pengalamannya mengelola bank sampah di wilayahnya. Ia menuturkan bahwa tantangan terbesar masih terletak pada membangun kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Marlyn Maisarah menyatakan dukungannya terhadap pendirian Bank Sampah PIRA Kabupaten Bogor.
“Kalau dikelola secara profesional, bank sampah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang bisa menopang kegiatan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Sri Winarsih kembali menegaskan pentingnya peran PIRA dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga, antara lain melalui pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya tanaman dan peternakan kecil yang hasil sampingannya dapat diolah menjadi pupuk organik.
Di sisi lain, Lala, Ketua PAC PIRA Citeureup, menyatakan kesiapannya untuk menjadi bagian dari gerakan kemandirian ekonomi dengan memperkuat UMKM berbasis kelompok tani dan peternakan ayam petelur.
“Kami berkomitmen mendukung program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dan yakin seluruh kader PIRA siap berkontribusi,” tuturnya.
Melalui kegiatan reses dan konsolidasi ini, Marlyn Maisarah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat jaringan PIRA di berbagai wilayah serta menjadikan organisasi ini sebagai ujung tombak Partai Gerindra dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga.
“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan. Kami ingin PIRA hadir sebagai kekuatan nyata di lapangan, solid, mandiri, dan mampu membawa nilai perjuangan Partai Gerindra ke masyarakat luas,” pungkas Marlyn.
- Penulis: Abdul


