Breaking News
light_mode
Trending Tags

Reformasi Tumbuh Padi

  • account_circle Tim Bogor Plus
  • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
  • comment 0 komentar

Oleh Sutanandika

Ketua Cisadane Resik Indonesia

bogorplus.id -Sudah 27 tahun reformasi bergulir sejak 1998, tetapi kita masih harus bertanya dengan jujur: apa yang sebenarnya telah berubah?

Reformasi lahir dari semangat menggulingkan rezim otoriter demi membangun sistem yang lebih demokratis, adil, dan manusiawi.

Ia membawa harapan besar tentang tegaknya supremasi hukum, terbukanya ruang partisipasi warga, serta perbaikan ekonomi dan sosial yang merata.

Namun hari ini, kita menyaksikan kenyataan yang jauh dari harapan tersebut.

Harapan yang Tertinggal

Korupsi masih menjadi penyakit menahun di tubuh birokrasi dan politik. Hukum masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Demokrasi mengalami kemunduran, menjelma menjadi prosedural belaka hanya ritual lima tahunan tanpa kedalaman nilai.

Ditambah lagi, krisis lingkungan memburuk secara sistemik: hutan dibuka tanpa kendali, laut dipagari oleh kepentingan modal, sampah mencemari sungai dan pesisir, sementara reformasi agraria seringkali salah sasaran.

Reformasi yang dulu hidup dalam jerit dan harapan kini mulai kehilangan arah. Ia menjadi sunyi, digantikan oleh retorika kosong dalam upacara tahunan dan diskusi yang steril dari sikap kritis.

Kekuasaan Berganti, Masalah Tetap

Presiden boleh berganti—dari Habibie hingga Prabowo hari ini—tetapi akar persoalan tidak banyak berubah. KKN tetap merajalela.

Ketimpangan sosial semakin nyata. Kekuasaan semakin jauh dari rakyat dan dekat dengan modal. Agenda reformasi seolah terhenti di tengah jalan.

Yang lebih menyedihkan, kerusakan lingkungan belum dianggap sebagai bagian dari krisis reformasi.

Padahal keadilan ekologis adalah bagian tak terpisahkan dari keadilan sosial. Ketika alam dihancurkan, maka kehidupan rakyat—khususnya kelompok rentan—menjadi taruhannya.

Padi yang Tumbuh Diam-Diam

Sebagian besar aktivis 98 memang tidak mengambil jalur politik atau kekuasaan. Tapi bukan berarti mereka diam.

Mereka bergerak di jalan sunyi, di akar rumput, di sektor pendidikan, lingkungan, ekonomi kerakyatan, dan penguatan generasi muda. Seperti padi, mereka tumbuh tanpa banyak bunyi, tapi memberi kehidupan.

Inilah wajah lain dari reformasi yang jarang disorot media. Wajah yang tidak memperebutkan panggung, tapi memilih jalan sunyi: menanam, mengajar, membersihkan sungai, mendampingi petani, dan membangun kesadaran baru tentang pentingnya merawat bumi.

Menanam adalah Melawan

Reformasi bukan milik masa lalu. Ia bukan monumen sejarah, melainkan proses yang masih berlangsung.

Hari ini, tugas generasi muda bukan sekadar mengenang, melainkan melanjutkan. Menanam pohon adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan iklim. Menjaga sungai adalah aksi demokrasi. Memperkuat ketahanan pangan lokal adalah cara paling nyata melawan ketimpangan sistemik.

Kita harus menjaga agar reformasi tidak menjadi catatan yang berdebu di rak buku. Ia harus terus hidup—dalam pikiran, tindakan, dan keberanian moral.

Penutup

Reformasi belum mati, tetapi ia sedang diuji: apakah ia akan tumbuh seperti padi—mengakar, menunduk, memberi kehidupan—atau justru mengering sebagai simbol kosong.

Perubahan sejati tidak selalu datang dari panggung besar. Kadang ia tumbuh diam-diam, di ladang, di tepi sungai, di ruang belajar kecil.

Maka, mari kita terus menanam. Karena dalam dunia yang kian bising oleh kuasa, tumbuh dalam kesunyian adalah bentuk perlawanan yang paling jujur.

 

 

  • Penulis: Tim Bogor Plus

Rekomendasi Untuk Anda

  • El Rumi Pemilik Kahf? Nama Putra Ahmad Dhani Ini Viral Usai Kiriman 1 Truk untuk Andre Taulany

    El Rumi Pemilik Kahf? Nama Putra Ahmad Dhani Ini Viral Usai Kiriman 1 Truk untuk Andre Taulany

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle Dheza
    • 0Komentar

    Bogorplus.id – Ahmad El Jallaludin Rumi atau lebih dikenal El Rumi, mendadak jadi perbincangan setelah muncul dalam konten video bersama Andre Taulany. Dalam video tersebut, El Rumi terlihat hadir di lokasi pabrik brand skincare pria Kahf, hingga publik pun berspekulasi El Rumi sebagai pemilik dari brand itu. Spekulasi itu makin ramai ketika Kahf mengirimkan satu […]

  • Atap Runtuh SMKN 1 Cileungsi, Bupati Bogor Ditelepon Gubernur Jawa Barat

    Atap Runtuh SMKN 1 Cileungsi, Bupati Bogor Ditelepon Gubernur Jawa Barat 

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan, langsung menerima telepon dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah menerima kabar runtuhnya atap SMK Negeri 1 Cileungsi. Diketahui, Bangunan SMK Negeri 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, runtuh saat pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Kabar runtuhnya bangunan sekolah itu tersebar di media sosial. Pada video yang beredar, menunjukkan para siswa […]

  • Seorang Wanita Melahirkan Sendiri di Toilet Stasiun Bogor

    Seorang Wanita Melahirkan Sendiri di Toilet Stasiun Bogor

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Sebuah video yang menunjukkan seorang penumpang wanita melahirkan di Stasiun Bogor menjadi viral di media sosial. Diketahui bahwa wanita tersebut melahirkan di toilet stasiun. Kepala Stasiun Bogor, Endarno, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa penumpang wanita itu melahirkan sendiri di toilet stasiun, Selasa (3/6/2025) sekitar pukul 19.35 WIB. “Betul itu kejadiannya semalam sekitar […]

  • Polisi Imbau Wisatawan Puncak Patuhi Aturan, Hindarin Jalur Alternatif

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Polisi mengimbau bagi pengendara yang akan memasuki kawasan Wisata Puncak saat long weekend untuk tidak menggunakan jalur alternatif. KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian menyarankan agar wisatawan untuk menyesuaikan diri dan jam ketika akan ke Kawasan Wisata Puncak. “Saya sarankan tidak perlu dilakukan karena itu kan sama saja memaksakan sehingga menyusahkan juga memberikan kemacetan […]

  • Isi Gugatan Cerai Tasya Farasya Apa? Retaknya Rumah Tangga dengan Ahmad Assegaf Bikin Publik Penasaran

    Isi Gugatan Cerai Tasya Farasya Apa? Retaknya Rumah Tangga dengan Ahmad Assegaf Bikin Publik Penasaran

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Dheza
    • 0Komentar

    Bogorplus.id– Kabar retaknya rumah tangga konten kreator ternama Tasya Farasya dengan suaminya, Ahmad Assegaf, tengah menjadi sorotan hangat publik. Pasangan yang sudah menikah selama tujuh tahun ini tengah menghadapi perceraian setelah Tasya dikabarkan mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Kabar ini, yang ramai diperbincangkan sejak akhir pekan kemarin, hingga akhirnya dikonfirmasi secara resmi […]

  • Jadi Nama Jalan di Dramaga, Mensos Dukung Katar Bogor Jadikan H Ghazali Sebagai Pahlawan Nasional 

    Jadi Nama Jalan di Dramaga, Mensos Dukung Katar Bogor Jadikan H Ghazali Sebagai Pahlawan Nasional 

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle Abdul
    • 0Komentar

        Bogorplus.id – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan langkah-langkah menjadikan pendiri dan Ketua Pertama Karang Taruna Nasional, H. Ghazali sebagai pahlawan nasional.   Ia menjelaskan, H. Ghazali yang baru saja diresmikan sebagai nama jalan di Kecamatan Dramaga, bisa dijadikan pahlawan nasional jika diusulkan dari bawah.   “Kalau jadi pahlawan nasional itu […]

expand_less