Putar Balik Hindari Razia, Tiga Pelajar Jakarta Dihukum 150 Push UP
- account_circle Sandi
- calendar_month Sel, 18 Nov 2025
- comment 0 komentar

Satlantas Polres Bogor memberikan hukuman push up kepada pelajar Jakarta. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id- Tindakan nekat tiga pelajar asal Jakarta yang mencoba menghindari razia berakhir dengan hukuman 150 kali push up oleh Satlantas Polres Bogor.
Ketiganya kedapatan melawan arus di Simpang Sentul saat Operasi Zebra Lodaya 2025, Selasa (18/11).
Peristiwa bermula ketika ketiga pelajar melaju dari Cibinong menuju Sentul. Namun, setelah melihat banyak petugas di kawasan Sentul, mereka memutuskan untuk putar balik dan melawan arus demi menghindari pemeriksaan.
“Melihat petugas banyak, dia lawan arah lagi muter balik ke arah Cibinong,” ujar Anggota Polres Bogor, Bripda Putra Deni di lokasi.
Petugas menemukan sejumlah pelanggaran pada kelompok pelajar tersebut. Selain tidak memakai helm, mereka juga berboncengan tiga, melawan arus lalu lintas, serta tidak membawa dokumen kendaraan.
“Kesalahan yang pertama tidak memakai helm, yang kedua bonceng tiga, ketiganya muter lawan arus, keempat surat-surat tidak dibawa. SIM nggak punya, STNK juga nggak dibawa,”jelasnya.
Dalam pemeriksaan singkat, para pelajar itu mengaku hendak pergi bermain ke kawasan Puncak, Bogor.
“Katanya mau main aja dia. Kayaknya ke sana, ke Puncak,” tambahnya.
Sebagai bentuk penindakan sekaligus memberikan efek jera, polisi menjatuhkan hukuman fisik berupa push up.
“Seratus tambah lima puluh, jadi 150 push up,”katanya.
Operasi Zebra Lodaya 2025 sendiri berlangsung pada 17–30 November 2025 dengan tujuan menekan angka pelanggaran, kecelakaan, dan korban fatalitas di jalan raya.
- Penulis: Sandi


