Puncak Musim Hujan, BMKG Ungkap Penyebab Curah Hujan Tinggi di Kota Bogor
- account_circle Putri
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi telah melanda Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir, bahkan turun secara terus-menerus sejak pagi hingga dini hari pada beberapa kesempatan.
Menurut Leni Jantika, Forecaster on Duty dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat, tingginya curah hujan yang terjadi baru-baru ini disebabkan oleh berbagai faktor atmosferik (udara yang mendukung hujan) di daerah Jawa Barat, termasuk di Kota Bogor.
“Bahkan pada tanggal 19 Februari kemarin hari Kamis, terjadi hujan dengan peningkatan paling terasa, intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung cukup lama, mulai pagi hingga dini hari, dan hampir merata di sebagian besar wilayah Kota Bogor,” kata Leni saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).
Lebih lanjut, Leni menerangkan bahwa secara klimatologis, Jawa Barat saat ini sedang mengalami puncak musim hujan. Keadaan ini mengakibatkan pasokan uap air di atmosfer cukup melimpah, yang memicu pembentukan awan hujan serta terjadinya hujan.
Selain itu, fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO), yaitu gelombang atmosfer yang bergerak dari barat ke timur dan dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di daerah tropis, saat ini berada di wilayah Samudra Hindia, berkontribusi pada penguatan pembentukan awan hujan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat.
“Secara musiman, Jawa Barat termasuk Kota Bogor saat ini masih berada pada puncak musim hujan. Selain itu, aktivitas MJO yang berada di Fase 3 atau wilayah Samudra Hindia turut mendukung pembentukan awan hujan hingga terjadinya hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat,” ujarnya.
Berdasarkan pengamatan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Leni menyatakan bahwa kelembapan udara di atmosfer saat ini terpantau cukup tinggi, mendukung terbentuknya awan yang dapat menyebabkan hujan.
Di samping itu, kondisi atmosfer yang tergolong labil dengan kategori ringan hingga kuat juga meningkatkan kemungkinan hujan di daerah Bogor.
“Dari hasil pemantauan, kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 mb berada di kisaran 60 sampai 98 persen. Kondisi atmosfer juga relatif labil dari kategori ringan hingga kuat, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif skala lokal,” jelasnya.
Untuk tiga hari mendatang, potensi hujan di Kota Bogor diperkirakan masih akan terus berlanjut, terutama pada siang hingga malam hari.
Walaupun demikian, hujan dengan intensitas lebih tinggi mungkin terjadi di beberapa area secara lokal, tergantung pada perkembangan kondisi atmosfer setiap harinya.
“Dalam tiga hari ke depan, Kota Bogor masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada siang sampai malam hari. Namun tetap ada kemungkinan hujan dengan intensitas lebih tinggi terjadi secara lokal,” ucapnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak cuaca, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, atau pohon tumbang.
“Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, khususnya bagi warga di daerah rawan banjir, longsor, maupun pohon tumbang. Pastikan juga memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas,” tuturnya.
- Penulis: Putri








