Puluhan Truk Dikerahkan, Pemkab Bogor Bersihkan Tumpukan Sampah Liar di Desa Kopo
- account_circle Sandi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemkab Bogor saat membersihkan sampah liar di Desa Kopo. Foto : Diskominfo
bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani tumpukan sampah liar yang menumpuk di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Senin (9/3).
Puluhan truk pengangkut sampah dan alat berat dikerahkan untuk membersihkan lokasi, yang sebelumnya menjadi titik pembuangan sampah sembarangan.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bambam Setia Aji, mengatakan bahwa volume sampah cukup besar sehingga proses pembersihan diperkirakan memerlukan sekitar 50 unit kendaraan pengangkut sampah.
“Alhamdulillah penanganan sampah liar di Desa Kopo sudah berjalan kolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum terkait alat beratnya. Hari ini kami menyiapkan 25 unit kendaraan, sementara esoknya akan ditambah 25 unit lagi,” ujarnya.
Langkah ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah desa dan warga setempat.
Keenam RT di sekitar lokasi sepakat untuk tidak lagi membuang sampah di area tersebut dan berkomitmen meningkatkan pengawasan agar pembuangan sampah liar tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Camat Cisarua, Heri Risnandar, menambahkan bahwa awalnya lokasi ini menjadi tempat pembuangan sampah liar.
“Warga setempat kemudian mencoba mengelola sampah agar lebih terkendali, sehingga dijadikan penampungan sementara sebelum diangkut DLH,” jelasnya.
Ia menambahkan, warga juga iuran untuk membantu operasional pengangkutan sampah, meski pembuangan dari luar desa masih menjadi kendala.
Selain pembersihan langsung, Kecamatan Cisarua mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Kawasan Rumah Lingkungan (KRL) sejak 2018, serta pengembangan bank sampah di tiap RT.
Solusi jangka panjang juga tengah diupayakan, termasuk pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dengan koordinasi pihak PTPN untuk mencari lokasi yang aman dari permukiman.
Heri menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga hingga tingkat pemerintah daerah.
“Jika pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan dan dilakukan serentak, beban penanganan sampah akan jauh lebih ringan,” ujarnya.
Kemudian, Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan, menekankan bahwa pemerintah desa rutin melakukan pengumpulan sampah dari masyarakat sebelum dibawa ke penampungan sementara.
“Kami sudah melakukan berbagai upaya sejak lama, termasuk bekerja sama dengan DLH. Petugas kebersihan di tiga RW rutin mengumpulkan sampah dari masyarakat,”pungkasnya.
- Penulis: Sandi








