Pria Tabrakan Diri ke KRL di Bawah Fly Over Cikaret Bogor, Dugaan Adanya Masalah Ekonomi
- account_circle Putri
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Foto: dok. Istimewa
bogorplus.id – Pria berinisial AY (30) ditemukan tewas setelah menabrakan diri ke Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Nambo-Jakarta di bawah fly over Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Korban diduga sengaja menabrakan diri karena dapresi setelah ditolak saat melamar kerja dan tidak mampu membayar cicilan hutang di pegadaian.
“Telah ditemukan seorang laki-laki bernama AY, dalam kondisi meninggal dunia diduga akibat tersambar Kereta Rel Listrik jurusan Nambo-Jakarta Raya. Kejadian saat Kereta Api melintas dari Stasiun Cibinong, menuju arah Stasiun Citayam dengan No. KAI dan Masinis belum diketahui,” kata Kapolsek Cibinong Kompol Joni Handonoko, Minggu (1/3/2026).
Joni mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat AY sedang berjalan kaki di pinggir rel KA, di bawah fly over Cikaret sekitar pukul 10.35 WIB.
Warga yang berada di tempat kejadian mengatakan, saat itu masinis sempat membunyikan klaskon, namun AY tidak menghiraukan dan tetap berjalan sampai akhirnya tertabrak KRL.
“Menurut saksi, ketika korban sedang berjalan di pinggir rel tiba-tiba ada kereta api melintas dari arah Stasiun Nambo ke arah Stasiun Pondok Rajeg. Masinis sempat membunyikan klakson, tetapi si korban tidak mendengar, sehingga korban tersambar Kereta Api,” kata Joni.
“Korban terpental sejauh tiga meter dari rel,” imbuhnya.
Menurut pihak keluarga, korban diduga sedang prustasi karena masalah hidupnya. AY diketahui menggadaikan motor orangtuanya, namun tidak terbayar cicilan bulanannya. AY juga baru saja ditolak saat lamar kerja.
“Diduga korban bunuh diri dengan motif diduga karena permalasahan gadai BPKB kendaraan R2 (motor) milik orang tuanya, yang digadaikan ke leasing dan tidak terbayar, dan frustasi akibat lamaran kerjanya ditolak,” imbuhnya.
“Untuk keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas, maka keluarga keberatan jika korban dilakukan autopsi, maka keluarga akan membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi. Kemudian korban segera dibawa pulang ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan,” imbuhnya.
- Penulis: Putri








