PPP Kabupaten Bogor Resmi Islah, Elly Rachmat: Tak Ada Lagi Dualisme
- account_circle Sandi
- calendar_month Kam, 9 Okt 2025
- comment 0 komentar

PPP Kabupaten Bogor Resmi Islah. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id- Dualisme yang selama ini membayangi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya berakhir.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin, memastikan bahwa partai berlambang Ka’bah kini telah bersatu dan siap melangkah maju menatap agenda politik ke depan.
Momentum islah nasional PPP tersebut disambut syukuran dan doa bersama dalam bentuk istigasah serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kantor DPC PPP Kabupaten Bogor, Kamis (9/10).
“Hari ini kita melaksanakan istigasah juga sebagai peringatan Maulid Nabi, sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT karena PPP tidak lagi dualisme. Sudah islah, sudah mempunyai kepemimpinan yang baru,” ujarnya.
Elly menegaskan, konflik internal yang sempat memecah belah PPP kini telah usai setelah struktur kepengurusan baru disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Dalam kepengurusan nasional yang baru, Muhamad Mardiono ditetapkan sebagai Ketua Umum, Agus Suparmanto sebagai Wakil Ketua Umum, dan Taj Yasin menjabat Sekretaris Jenderal.
Menurut dia, rekonsiliasi ini merupakan bukti kedewasaan politik di tubuh PPP. Ia juga menaruh apresiasi tinggi terhadap sikap legowo Agus Suparmanto yang menerima keputusan dengan besar hati.
“Saya sangat bangga kepada Pak Agus Suparmanto yang sudah ikhlas menerima. Padahal beliau sudah berdarah-darah untuk menjadi ketua umum, tapi beliau mengesampingkan ego pribadi demi kebesaran partai,” ungkapnya.
Ia pun optimistis, islah ini menjadi titik balik kebangkitan PPP. Ia menegaskan tidak akan ada lagi pergantian antarwaktu (PAW) di internal partai, karena seluruh pihak kini sudah saling merangkul.
“Insyaallah tidak ada lagi PAW, karena kita sudah islah. Semua dirangkul, baik pihak Pak Mardiono maupun Pak Agus. Sekarang fokus kita adalah membesarkan partai bersama-sama,”katanya.
Lebih lanjut, Elly menyebut penyatuan ini sebagai momen penting untuk memperkuat infrastruktur partai menjelang verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun depan.
“Mulai sekarang kita sudah memanaskan mesin partai. Karena tahun depan ada verifikasi dari KPU, kita dari sekarang sudah mulai berbenah,” tambahnya.
Kegiatan istigasah dan Maulid Nabi yang digelar hari itu pun menjadi bentuk rasa syukur atas berakhirnya konflik internal yang selama ini dinilai merugikan kader dan partai secara keseluruhan.
“Jadi ini syukuran, tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur kita. Tidak ada lagi perpecahan. Karena tentunya yang dirugikan dari perpecahan itu adalah kader dan partai sendiri,” pungkasnya.
- Penulis: Sandi








