bogorplus.id – Anggapan bahwa mandi malam dapat menyebabkan rematik masih melekat kuat di tengah masyarakat Indonesia. Namun, secara medis, hal tersebut dipastikan hanyalah mitos. Rematik, atau dalam istilah medis disebut rheumatoid arthritis, merupakan penyakit autoimun dan bukan disebabkan oleh paparan suhu dingin di malam hari.
Rheumatoid arthritis adalah kondisi peradangan kronis pada sendi yang ditandai dengan rasa sakit, pembengkakan, hingga kekakuan. Kondisi ini umumnya menyerang area jari tangan, pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, hingga jari kaki. Sebagai penyakit autoimun, rematik terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel sehat sebagai ancaman, sehingga memicu peradangan.
Meski mandi malam bukan penyebab utama, suhu air yang dingin memang dapat memperparah keluhan bagi mereka yang sudah menderita rematik. Suhu rendah dapat menyebabkan sendi terasa lebih nyeri dan kaku. Oleh karena itu, penderita rematik disarankan untuk menghindari mandi air dingin di malam hari guna menjaga kenyamanan sendi.
Langkah Pencegahan Rematik
Alih-alih hanya menghindari mandi malam, pencegahan rematik yang efektif justru berkaitan erat dengan penerapan gaya hidup sehat. Berikut adalah beberapa langkah yang direkomendasikan para ahli:
1. Menjaga Berat Badan Ideal
Berat badan berlebih memberikan beban ekstra pada sendi, terutama lutut. Tekanan terus-menerus ini dapat merusak bantalan antartulang dan meningkatkan risiko kerusakan tulang rawan yang memicu nyeri sendi.
2. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik selama minimal 30 menit setiap hari sangat penting untuk memperkuat tulang dan sendi. Olahraga ringan seperti jalan kaki bisa menjadi langkah awal. Secara bertahap, intensitas dapat ditingkatkan ke jenis olahraga seperti lari atau senam aerobik untuk menjaga fleksibilitas tubuh.
3. Mengelola Stres dengan Bijak
Stres yang tidak terkendali dapat memicu pelepasan sitokin, zat kimia dalam tubuh yang merangsang peradangan pada sendi. Praktik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau melakukan hobi dapat membantu mengelola stres dan menekan risiko peradangan.
4. Berhenti Merokok
Kandungan kimia dalam rokok diketahui dapat merusak sinovium atau jaringan pelapis persendian. Kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor risiko signifikan yang memicu peradangan kronis penyebab rematik.

